Faisal Tax's Blog

Pajak Demi Pembangunan

Tata cara pengisian eSPT Tahunan

Posted by Faisal, S.Mn. pada 21 Januari 2009


Dalam pengisian SPT ada dua opition yang dapat dipilih yakni mengentrykan data secara manual satu persatu atau menggunakan fasilitas impor file (dimana tentunya data dan susunan sudah ditentukan) untuk itu disetiap file instalasi disertakan contoh file impor, yang perlu diingat adalah baca petunjuk data apa saja yang akan diisi pada baris pertama setiap kolomnya, copy pastekan data dari file anda ke contoh file impor tetapi ingat yang dikopikan hanya datanya saja maka pilihlah paste special lalu klik value dan apabila baris data dalam contoh file impor tidak mencukupi maka kopi pastekan dari baris terakhir sampai baris yang dibutuhkan yakni dengan memilih paste special lalu pilih format.

 

Berikut disertakan contoh pengisian semoga bisa menjadi gambaran (klik disini) dan apabila masih mengalami kendala bisa ditanyakan dalam blog ini.

 

  

Langkah-langkah yang efektif dalam pengisisan eSPT Tahunan

a. eSPT Tahunan PPh Badan 

  1. Isikan daftar penyusutan dan/atau amortisasi fiskal baik dengan cara entery data satu persatu atau melalui cara impor file (lihat point-point pentingnya diatas) kemudian jangan lupa cantumkan total biaya penyusutan secara komersial lalu simpan
  2. Masuk ke lampiran VI yakni daftar penyertaan modal, pinjaman dan piutang  pada perusahaan afiliasi isikan datanya apabila ada
  3. Kemudian isi lampiran V Daftar  Pemegang Saham, pengurus dan direksi
  4. Lalu lampiran IV penghasilan yang dikenakan PPh Final dan /atau bukan obyek pajak
  5. Trus Lampiran III kredit pajak dientrykan satu persatu atau melalui fasilitas impor data dari excel (lihat point-point pentingnya diatas)
  6. Lalu Lampiran II dengan merincikan seluruh unsur biaya yakni harga pokok penjualan, biaya operasional(umum) dalam biaya usaha lainnya kemudian biaya-biaya yang tekait dengan pendapatan lain-lain dirinci dalam biaya dari luar usaha, dengan catatan biaya yang tidak disebutkan secara jelas dimasukan pada baris biaya lainnya(point ke-11)
  7. Kemudian masuk ke Lampiran I pada halaman ini yang perlu diisi adalah Peredaran Usaha dan Penghasilan dari Luar Usaha, kemudian penghasilan yang dikenakan PPh Final dan bukan obyek pajak (nilai yang dicantumkan disini adalah nilai netto yakni penghasilan dikurangi biaya yang terkait) terakhir penyesuaian fiskal positif dan negatif
  8. Lalu apabila ada kompensasi kerugian tahun sebelumnya masuk ke lampiran khusus kompensasi dan kerugian fiskal 
  9. Kemudian masuk ke Transkrip Kutipan laporan keuangan, isikan kutipan rincian laporan rugi laba dan neraca
  10. Terakhir masuk ke SPT Induk isikan data auditor dan konsultan pajak yang dipakai(apabila menggunakan)lalu entrykan data PPh yang dibayar sendiri (PPh Pasal 25 dan PPh Pengalihan HTB) masukan tanggal bayar apabila SPT Kurang Bayar, untuk perhitungan angsuran masukan nilai penghasilan neto fiskal rutin(penghasilan neto fiskal dikurangi penghasilan tidak teratur seperti laba(rugi) penjualan aktiva, laba(rugi selisih) kurs, dan lain-lain) dan akhirnya isikan tanggal pelaporan

 

b. eSPT Tahunan PPh Pasal 21 

  1. Buka lampiran 1721 C lalu entrykan data pemegang saham, pengurus lalu tenaga ahli apabila ada secara lengkap
  2. Lalu masuk ke lampiran 1721 B entrykan secara manual data jumlah karyawan tidak tetap, total penghasilan bruto, dan total PPh 21 terhutang dalam setahun atau melalui fasilitas impor file (lihat point-point pentingnya diatas)
  3. Kemudian masuk ke lampiran 1721 A1 bagi yang ingin mengetrykan data pegawai tetap secara manual satu persatu atau melalui fasilitas impor file (lihat point-point pentingnya diatas)
  4. Kemudian masuk ke lampiran 1721 A klik orang untuk mengetahui berapa pegawai yang penghasilan dibawah PTKP masukan jumlah pegawainya dan penghasilan brutonya.
  5. Terakhir masuk ke SPT Induk 1721 lalu isikan PPH Pasal 21 yang telah disetor dan juga cantumkan pokok pajak atas STP yang telah diterbitkan dan akhirnya isikan tanggal pelaporan

 

Catatan :

1721 A1 yang diterbitkan apabila masih ada pajak yang dipotong maka dipotong dari penghasilan masing-masing pegawai namun apabila lebih maka dikembalikan ke masing-masing karyawan dengan demikian 1770 S masing-masing karyawan apabila hanya dari satu pemberi kerja dan tidak memiliki penghasilan lain maka 1770 S pasti statusnya adalah NIHIL

 

 

Kriteria SPT

Dalam kesempatan ini perlu disampaikan juga mengenai kriteria SPT Tahunan PPh Badan dan SPT Tahunan PPh Pasal 21 tahun 2007, sesuai SE-12/PJ/2003 tanggal 12 Maret 2003

 

SPT Tidak Lengkap yang tidak dapat diterima (ditolak) adalah :

1.      NPWP atau nama atau alamat WP tidak dicantumkan dalam SPT Induk dengan lengkap dan jelas;

2.      SPT Induk tidak ditandatangani oleh WP atau Kuasanya;

3.      SPT Induk ditandatangani oleh kuasa WP tetapi tidak dilampiri dengan Surat Kuasa Khusus atau  SPT Orang Pribadi ditandatangani oleh Ahli Waris tetapi tidak dilampiri dengan Surat Keterangan Kematian dari Instansi yang berwenang;

4.      Terdapat elemen SPT Induk yang diisi tidak lengkap;

5.      SPT Kurang Bayar tetapi tidak dilampiri dengan bukti pelunasan berupa SSP yang sesuai;

6.      e-SPT yang data digitalnya disampaikan dengan menggunakan media digital, tetapi hanya menyampaikan SPT Induk hasil cetakan tanpa disertai media digital;

7.      e-SPT yang data digitalnya disampaikan dengan menggunakan media digital, tetapi SPT Induk berdasarkan data digitalnya tidak sesuai dengan SPT Induk hasil cetakan yang disampaikan oleh Wajib Pajak;

8.      Loading atas e-SPT yang data digitalnya disampaikan dengan menggunakan media digital tidak dapat diproses pada aplikasi DJP

9.      SPT tidak atau kurang disertai dengan laporan keuangan dan daftar penyusutan komersial dan bagi Wajib Pajak yang diaudit yang dilampirkan adalah laporan keuangan hasil audit)

10.  SPT Tahunan PPh Pasal 21 yang Lampiran 1721-A1/1721-A2 nya menggunakan media elektronik tetapi media elektronik tidak disampaikan atau disampaikan tetapi tidak lengkap/rusak

 

SPT Tidak lengkap diterima dan diberikan Surat Permintaan Kelengkapan SPT Tahunan, adalah :

1.      Lampiran “Daftar Pemegang Saham/Pemilik Modal dan Daftar Susunan Pengurus dan Komisaris” dalam SPT Tahunan PPh Badan dilampirkan tetapi diisi tidak lengkap;

2.      Terdapat Lampiran Khusus sebagaimana dimaksud dalam buku petunjuk pengisian SPT Tahunan PPh Badan yang diisi tidak lengkap;

3.      Daftar harta dan kewajiban diisi tidak lengkap

4.      e-SPT yang data digitalnya disampaikan dengan menggunakan media digital tetapi elemen-elemen data digitalnya tidak diisi atau diisi tetapi tidak lengkap;

 

Untuk mengantisipasi hal tersebut disarankan agar Wajib Pajak membawa softcopi database eSPT Tahunan pada saat pelaporan sehingga kekeliruan pengisian dapat langsung diperbaiki.

About these ads

15 Tanggapan to “Tata cara pengisian eSPT Tahunan”

  1. esti said

    thanks infonya :-)

  2. yanhce said

    makasih yeah infonya

    ======Faisal======

    Sama-sama pak…

    Terima Kasih. :)

  3. Ade said

    pagi pak..
    saya punya file excel 1770 S tapi PTKP nya masih 13.200.000 bukan 15.840.000 adakah file 1770 s yg sudah PTKP 15.840.000

    thanks bantuannya…

    ======Faisal====

    Ada kok di blog ini kemungkinan punya ibu 2008, coba didownload yang 2009nya bu.. Sama-sama….

    Terima Kasih. :)

  4. sri nilam said

    siang pak,

    mau tanya untuk pengisian spt induk 1771 bila laba perusahaan sebesar 125 juta dan pajak yg dpat dikreditkan sebsar 50 juta pengisian di spt induk pph ymh dibyr apakah penghasilan kena pajak dikurangi kredit pjk atau jumlah hasil penerapan pajak

    trima ksh.

    ====Faisal======

    Pajak Penghasilan Terutang ibu atau dengan kata lain adalah Penghasilan kena pajak dikalikan tarif PPh Pasal 17 UU PPh.

    Terima Kasih. :)

  5. agus said

    siang pak….

    mau tanya…. dalam pengisian eSPT…kita tinggal masukan angka2…sesuai dengan laporan R/L dan Neraca.

    Kebetulan kantor kami dulu…..(sudah tidak aktif bulan Mei 2009) sehingga laporan hanya sampe bl April 2009.

    Nahhhh didalam buku petunjuk pengisian SPT, bahwa pendapatan bruto < 4.800.000.000 maka di kenakan tarif 50% X 28% X penghasilan kena pajak.

    bahwa penghasilan bruto kami 1,075.000.000 dg penghasilan kena pajak 330 juta. saat masukan data…. pajak yg terutang sebesar Rp. 81jt ann… padahal kalo mengacu tarif pph pasal 31E..harusnya 46jutaan… bagaimana ini pak…terima kasih

    =======Faisal======

    Tolong gunakan eSPT PPh Badan per-01 Pebruari 2010, Bapak tinggal memilih tarif sesuai Pasal 31E maka hasilnya akan cocok…

    Terima Kasih. :)

    • agus said

      untuk pemilihan tarif itu ada di menu apa ya pak thanks. (soalnya sy cari kok ga ada

      ======Faisal======

      di SPT Induk PPh Badan tahun pajak 2009 pada point PPh terutang

      Terima Kasih. :)

  6. vivi said

    maksh infonya, berguna banget

    ======Faisal======

    Sama-sama ibu…

    Terima Kasih. :)

  7. Willy said

    Mas Tanya dong, di lampiran II, harga pokok penjualan. no. 4 biaya penyusutan dan amortisasi. yang dipakai angka penyustan komersial atau fiskal ya?

    ======Faisal=======

    di formulir SPT yang dicantumkan adalah biaya-biaya secara komersial begitu pun penyusutan.

    Terima Kasih. :)

  8. yuwendhy said

    pak faisal, saya baru mendownload e-spt pph4(2) dari situs pajak.go.id,,begitu masuk minta user name dan password..gimana cara setting ini? thx.

    ======Faisal======

    Username : Administrator
    Password : 123

    Terima Kasih. :)

  9. marcelll said

    Neraca > Hutang Pajak
    Wajib atau tidak PPh pasal 29 tahunan diisi pada kolom Hutang Pajak ?

    ========Faisal========

    Maaaf Pak Marcell, maksudnya nilainya ? PPh Pasal 29 per31 Desember/akhir tahun buku sudah diketahui belum ? klu suda sebaiknya dicantumkan, klu belum apa yang mau dicantumkan ??
    Terima Kasih. :)

  10. Yuli Lim said

    Pagi Pak Faisal, mao tanya dalam pengisian espt badan untuk perusahaan jasa konstruksi. Penghasilannya final. tapi saat saya input espt lampiran I peredaran bruto saya. lalu hasil akhirnya merupakan laba. dan di induk otomatis muncul pajak terutangnya dan tidak bisa di ganti. sedangkan untuk pajak konstruksi seharusnya final. mungkin ada kesalahan saat saya menginput. Jadi minta advice bapak untuk mengisi espt badan untuk perusahaan yang bersifat final. terima kasih Pak :)

    ======Faisal========

    Tolong dibaca bahan sosialisasi eSPT-nya karena yang Ibu Yuli cantumkan dalam 1771 I angka 4 adalah penghasilan netonya.. Sehingga jika tidak ada penghasilan lain maka penghasilan neto fiskal adalah nihil.

    Terima Kasih. :)

  11. Yuli Lim said

    Terima kasih atas balasan dan advicenya pak faisal :)

    =====Faisal========

    Sama-sama bu Yuli.. :)

    Terima Kasih. :)

  12. Yuli Lim said

    Pagi Pak Faisal, ini ada beberapa pertanyaan lagi yang membingungkan jadi butuh advice dari Bapak.

    Jika sebuah perusahaan berdiri, dan didalamnya tercantum beberapa pemegang saham. Jadi untuk mengisi form 1771 – V itu semua harus sesuai akte pendirian ya Pak? dan jika salah satu Pemegang Saham mendapatkan saham kosong, bagaimana perlakuannya ya Pak? Kalau saya cantumin sesuai akte, cth si A mempunyai saham 10persen. ntar SPT pribadinya bermasalah gak ya? soalnya SPT pribadinya cuma seorang karyawan, yang gak punya asset tambahan. Terima kasih Pak untuk sebelumnya. dan saham kosong itu ada kenak pajak apa ga ya pak?

    =======Faisal========

    Wah saya tidak mengerti pemegang saham kosong ibu yuli, tetapi yang jelas yang dilaporkan di spt adalah jumlah saham yang sudah ditempatkan dan diseetor beserta pemilik sahamnya. Diketentuan perpajakan setau saya tidak ada istilah saham kosong..

    Terima Kasih. :)

  13. Ririn said

    tambah ilmu

    ======Faisal=======

    Alhamdulillah bu ririn…

    Terima Kasih. :)

  14. Muslim said

    Saya telah menginstall software e-spt ppn, namun waktu dibuka keluar kata-kata “format tanggal pada sistem tidak sesuai”. Bagaimana caranya

    Muslim

    =======Faisal=========

    Setting Regionalnya diubah jadi Indonesia pak muslim..

    Terima Kasih. :)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 790 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: