Faisal Tax's Blog

Pajak Demi Pembangunan

Arsip untuk ‘eSPT, e-Filing, eNPWP, dan e-Registration’ Kategori

Tulisan tentang eSPT, eFiling, dan eNPWP

Faktur Pajak Pengganti

Posted by Faisal Abet pada 16 Januari 2012

Sudah salah diperbaiki ternyata salah lagi… Kok bisa ? Merasa sudah tahu sehingga tidak perlu bertanya lagi atau mendapat info yang keliru.. Ya.. tulisan ini dibuat agar tidak terjadi kekeliruan lagi.

Ada dua perlakukan faktur pajak pengganti :

  1. Kesalahan di nomor urut faktur pajak
  2. Kesalahan selain nomor urut, seperti identitas pembeli/pemakai jasa, nilai transaksi baik uraian barang/jasa, DPP, atau PPN-nya,  transaksi yang digunakan rupiah atau dollar , nilai jual,  nilai pengganti

maka dua kondisi diterapkan perlakukan yang berbeda, untuk kondisi yang pertama faktur pajak pengganti yang akan diterbitkan menggunakan nomor urut dan tanggal seharusnya, contoh kasusnya misalnya :

PT Sumber rezeki menerbitkan faktur pajak pada tanggal 2 Januari 2012 kepada PT Kaleng Grondangan dengan nomor seri faktur pajak 010.000-12.00000435 diketahui pada tanggal 16 Januari 2012 nomor faktur pajak seharusnya dimulai lagi dengan nomor urut 1 sesuai diatur di PER-13/PJ/2010 stdtd PER-65/PJ/2010 faktur pajak pada awal tahun dimulai lagi dari nomor pertama.  Maka segera perbaiki faktur pajak ini dengan membuat faktur pajak baru yakni faktur pajak pengganti karena apabila timbul pemeriksaan maka faktur pajak ini dianggap cacat. Untuk itu pada tanggal 16 Januari 2012 PT Sumber Rezeki menerbitkan faktur pajak pengganti dengan nomor seri 011.000-12.00000001 dengan tanggal yang sama dengan faktur pajak yang diganti yakni tanggal 2 Januari 2012, ada pun inilah Contoh Faktur Pajak Pengganti Salah nomor Urut  untuk kasus ini.

Sedangkan untuk kondisi yang kedua maka diterbitkan faktur pajak baru berupa faktur pajak pengganti dengan memperbaiki kesalahan yang terjadi kemudian membuat nomor urut sesuai nomor urut yang terakhir akan digunakan dan tanggal kapan faktur pajak tersebut diterbitkan. Agar lebih jelas berikut contoh kasusnya :

Pada tanggal 30 Nopember 2011 PT Sumber Rezeki menerbitkan faktur pajak kepada PT Adam Bener dengan nomor seri faktur pajak 010.000-11.00000317 tetapi ternyata di tanggal 11 Januari 2012 diketahui terjadi kesalahan nilai transaksi karena tercantum DPP & PPN masing-masing adalah Rp 2.000.000,-  & Rp 200.000,- yang seharusnya masing-masing DPP dan PPN-nya adalah Rp 1.500.000,- & Rp 150.000,- sehingga dibuat faktur pajak pengganti dengan nomor urut pada tanggal 11 Januari 2012 yakni 16 sehingga nomor seri faktur pajak penggatinya adalah 011.000-12.00000016 dan tanggal faktur pajak penggati adalah tanggal diterbitkan faktur pajak penggati yakni tanggal 11 Januari 2012. Ada pun inilah Contoh Faktur Pajak Pengganti Salah Selain Nomor Urut  untuk kasus ini.  Atas faktur pajak pengganti ini dilaporkan dalam pembetulan SPT Masa PPN masa Nopember 2011 sedangkan untuk masa Januari 2012 faktur pajak pengganti ini juga dilaporkan dengan DPP dan PPN nihil (nul).

Contoh kasus kedua.

PT A melakukan 4(empat) kali transaksi dengan PT B dibulan September 2011 yakni tanggal 5, 15, 20, dan 27 Sepptember 2011 dengan total nilai transaksi Rp 200juta dan PPN-nya adalah Rp 20 juta maka dibuatlah faktur pajak tanggal 27 September 2011 dengan nomor seri 010.000-11.00000217 tanggal faktur pajak 27 September 2011 kemudian pada tanggal 16 Januari 2012 baru diketahui bahwa untuk transaksi tanggal 5 dan 15 September 2011 menggunakan mata uang asing US Dollar maka untuk kasus ini diterbitkanlah dua faktur pajak pengganti yakni untuk tanggal 5 dan 15 September 2011 dengan nomor seri 011.000-12.00000008 dengan nilai DPP USD 2 ribu dan PPN US $ 200.-  (Kurs. KMK berlaku tanggal tersebut untuk USD misalnya $ 1 USD = Rp 1.000,00) dan faktur pajak penggati nomor seri 011.000-12.00000009 dengan DPP Rp 10juta dan PPN Rp 1juta dengan tanggal faktur pajak penggati yang sama yakni tanggal 16 Januari 2012.

Hal lain yang perlu diperhatikan :

  1. Faktur Pajak pengganti mencantumkan nomor seri dan tanggal faktur pajak yang diganti.
  2. Digit ketiga pada nomor seri faktur pajak adalah kode faktur pajak 0 untuk faktur pajak 1 untuk faktur pajak penggati.
  3. Digit ketujuh dan kedelapan adalah kode tahun pembuatan faktur pajak
  4. Untuk transaksi menggunakan mata uang asing maka faktur pajak yang digunakan bukan faktur pajak yang biasa digunakan apabila menggunakan mata uang rupiah (sesuai Lampiran 1 A dari PER-13/PJ/2010) melainkan diterbitkan adalah faktur pajak menggunakan mata uang asing yakni Faktur Pajak Valas sesuai yang ada di Lampiran I B PER-13/PJ/2010 dan mata uang yang dicatumkan sesuai mata uang yang digunakan dalam transaksi tersebut.

Catatan 27-11-2012 :

Untuk faktur pajak pengganti yang diterbitkan setelah tahun pajak berganti di eSPT PPN 1111 tidak dapat diinput karena akan muncul comment tahun pembuatan faktur pajak tidak boleh melebihi dari tahun pelaporan, contoh kasus faktur pajak penggati yang diterbitkan Nopember 2012 untuk menggantikan faktur pajak yang diterbitkan Agustus 2011 maka ketika diinput di pembetulan masa Agustus 2011 akan muncul comment seperti ini :

 

 

 

 

 

 

Untuk itu tahun pembuatan faktur pajak pengganti pada nomor seri faktur pajak pengganti sementara diinput sesuai tahun pelaporan misalnya  nomor seri faktur pajak pengganti seharusnya adalah 011.000-12.00055555 maka diinput ke eSPT pembetulan masa Agustus 2011 menjadi 011.000-11.00055555  sementara itu tanggal faktur pajak pengganti tetap diinput sesuai tanggal diterbitkannya faktur pajak pengganti misalnya 27-11-2012 sampai ada perbaikan eSPT PPN 1111.

Ditulis dalam eSPT, e-Filing, eNPWP, dan e-Registration, PPN/PPnBM | Dengan kaitkata: , , | 113 Comments »

Kok Tahun Kalender 2012 ? Kok tercetak dua halaman ?

Posted by Faisal Abet pada 16 Januari 2012

Permasalahan ini sebenarnya bukan permasalah yang baru, tahun kalender tidak sama dengan tahun pajak pada eSPT PPh Pasal 21 khususnya masa Desember, karena eSPT yang saat ini sudah digunakan sejak tahun 2009. Namun tahun ini ternyata masih banyak pertanyaan Wajib Pajak mengenai ini etah memang lupa atau memang belum tahu. eSPT PPh Pasal 21 disetting untuk tahun kalendernya disesuaikan dengan tahun kelender pada komputer yang digunakan, lalau bagaimana ini terjadi ?

Hal ini terjadi karena beberapa Wajib Pajak tidak membuat bukti potong PPh Pasal 21 menggunakan eSPT sehingga eSPT hanya media untuk pelaporan saja atau Wajib Pajak hanya mempunyai pegawai tetap sehingga otomatis kedua kejadian tersebut eSPT masa yang bersangkutan baru dibuat di bulan berikutnya, sebenarnya hal ini tidak masalah ketika masa bersangkutan tahun pajaknya sama dengan tahun kelender (masa Januari s.d. Nopember) tetapi akan menjadi masalah ketika masa yang dilaporkan adalah masa Desember. Kenapa demikian ? sebagai contoh soal masa pelaporan yang kita buat adalah masa Desember 2011 maka jika masa yang bersangkutan kita buat dieSPT-nya baru pada bulan Januari 2012 maka tahun kelender yang tercantum di SPT Induk (1721) adalah tahun kelender 2012.

Keliru kan ini ? tentu keliru, karena yang dilaporkan adalah masa pajak Desember 2011 untuk tahun kalender 2011 bukan 2012.  Lalu bagaimana solusinya ? Solusinya adalah :

  1. Bagi yang sudah terlanjur,  terpaksa menghapus SPT Masa Desember yang baru dibuat lalu ubah sistem kalender di komputer Anda dengan tahun 2011 baru kemudian membuat lagi SPT masa Desember 2011 setelah selesai baru kemudian kembalikan sistem tanggal di komputer sesuai tanggal sebenarnya.
  2. Untuk ke depannya, agar membiasakan membuatkan bukti potong menggunakan eSPT atau mengentry data dieSPT setelah melakukan pembayaran, jangan menundanya ke bulan berikutnya.

Permasalahan kedua, kok bisa tercetak dua halaman sih ? bukannya seharusnya satu halaman ? Lalu apakah yang salah ?

Setelah memperhatikan settingan kertas yang digunakan dieSPT dan settingan kertas pada printer ditemukan suatu kesimpulan bahwa settingan kertas yang digunakan dieSPT adalah folio (hal ini mengacu ke ketentuan perpajakan yang berlaku untuk beberapa formulir diwajibkan menggunakan kertas folio) sementara di sebagian printer yang umumnya digunakan di Indonesia setting default ukuran kertas folio ternyata tidak ada dan sebagian orang juga berpikir ukuran folio adalah ukuran legal padahal ukuran legal lebih panjang satu inci dari ukuran folio, lalu kenapa tetap tercetak dua halaman padahal kertas yang dipilih malah lebih panjang satu inci, persisnya saya sendiri tidak tahu namun saya menduga ukuran kertasnya sudah dikunci diukuran folio sehingga kalau dipilih ukuran yang tidak sama tetap ditolak.

Pada awalnya saya berpikir ukuran kertas diukur dalam satuan inci sehingga ketika menambahkan ukuran kertas Folio (8,5 x 13in) langkah ini seharusnya berhasil tapi kenyataan tidak, lalu bagaimana seharusnya ? Maka yang dapat Anda lakukan adalah menambahkan ukuran kertas F4 pada printer yang Anda gunakan, dengan menambahkan ukuran kertas F4 yakni 215 x 330mm. Semoga Berhasil ! :)

Ditulis dalam eSPT, e-Filing, eNPWP, dan e-Registration | Dengan kaitkata: , | 1 Comment »

eSPT PPN 1111

Posted by Faisal Abet pada 7 September 2011

Sejalan dengan diterbitkan UU No. 42 tahun 2009 yang merupakan perubahan terakhir dari UU PPN No. 7 tahun 1983 maka dilakukan penyesuaian terhadap faktur pajak yang kemudian dilajutkan dengan penyesuaian dengan media pelaporan SPT PPN dari sebelumnya 1107 menjadi 1111 yang bentuk formulirnya seperti ini(klik di sini- Formulir ini langsung bisa di isi dan dicetak) dan Petunjuk Pengisian SPT Masa PPN 1111  sedangkan bagi PKP yang menggunakan norma menggunakan formulir ini (klik di sini) dan Petunjuk Pengisian SPT Masa PPN 1111DM .

Kemudian untuk mendukung pelaporan SPT dalam bentuk elektronik maka DJP telah mengeluarkan eSPT PPN 1111 dan eSPT PPN DM, berikut eSPTnya :

  1. eSPT PPN 1111 (Part1, Part2, Part3, Part4, Part5, dan Part6) serta Patch Updatenya bagi yang sudah terlanjur menginstal versi sebelumnya.
  2. eSPT PPN 1111 DM (Part1, Part2, Part3, Part4, dan Part5) serta Patch Updatenya bagi yang sudah terlanjur menginstal versi sebelumnya.

eSPT PPN 1111 ini adalah versi 1.2.0 (update 17 Maret 2011) yang telah memperbaiki beberapa trouble dari versi sebelumnya.

Berdasarkan pengalaman baru-baru ini yang mungkin juga dialami Bapak/Ibu yakni eSPT PPN 1111 tidak dapat membuat pembetulan jika data faktur pajak/dokumen yang sudah telanjur dientry atau dimpor dalam eSPT Pembetulan belum diposting, untuk itu langkah yang seharusnya dilakukan adalah :

  1. Membuat SPT Pembetulan dulu sebelum melakukan entry data faktur atau impor data faktur
  2. Bagi yang sudah terlanjur melakukan entry data faktur atau impor data faktur maka lakukan posting atas data faktur pajak atau dokumen yang sudah terlanjur dientry atau dimpor tersebut.

Berikut contoh file impor untuk digunakan ke eSPT PPN 1111 (Impor Faktur Pajak.xls) dan contoh file impor  untuk lawan transaksi (lawan transaksi.xls).

Selain itu untuk melakukan pembatalan faktur pajak maka buat pembetulan SPT Masa pada masa dilaporkan faktur pajak tersebut kemudian pilih faktur pajak yang dibatalkan kemudian pilih ubah menjadi  dokumen transaksi dari faktur pajak menjadi faktur pajak batal faktur pajak batal kemudian simpan lalu posting.

Sebagai informasi :

  1. Buku Petnjuk manual akan muncul setelah selesai installasi
  2. Contoh file impor juga muncul di folder installasi setelah proses installasi selesai(untuk jelasnya bisa dibaca di buku petunjuk manualnya).
  3. Untuk multi NPWP cukup mengkopi beberapa database di folder database lalu tinggal memilih pada koneksi database
  4. File database disediakan ada dua, untuk microsoft acces 2003 nama file Data.mdb sedangkan untuk microsoft acces 2007 nama file Data_2007.accdb
  5. Nota Retur atas pembeli yang tidak memiliki NPWP memang tidak dapat dilakukan karena faktur pajak yang tidak lengkap identitas pembelinya tidak dapat dikreditkan (perlakukannya sama dengan faktur pajak sederhana pada ketentuan lama) sehingga pelaporan atas nota retur ini dimasukan dalam  SPT PPN 1111 lampiran B3.

Untuk eSPT PPN 1111 update 21 Nopember 2011  perbaikannya :

  1. Untuk pembatalan faktur pajak sudah dapat dilakukan secara normal, sebagai tambahan informasi faktur pajak yang dibatalkan wajib dilaporkan baik yang faktur pajak yang dibatalkan sudah dilaporkan atau belum dengan mencatumkan DPP dan PPN 0 (Nul)  dan wajib membuat pemberitahuan ke kantor pajak tempat lawan transaksi terdaftar untuk memberitahukan secara tertulis faktur pajak tersebut dibatalkan dan melampirkan fc. faktur pajak dimaksud beserta dokumen yang membuktikan transaksi tersebut batal.
  2. Sudah dapat dilakukan faktur pajak pengganti lebih dari satu atas satu faktur pajak, misalnya faktur pajak gabungan ternyata ada beberapa transaksi yang menggunakan mata uang asing sehingga faktur pajak pengganti harus dibuat menjadi dua.

Untuk eSPT update 21 Nopember 2011 dapat diunduh di tab DOWNLOAD..

Ditulis dalam eSPT, e-Filing, eNPWP, dan e-Registration | Dengan kaitkata: , , , | 202 Comments »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 773 pengikut lainnya.