Faisal Tax's Blog

Pajak Demi Pembangunan

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘eSPT’

Install eSPT di OS Windows 8 dan Sistem 64Bit

Posted by Faisal Abet pada 13 September 2013

Bapak/Ibu mungkin ada yang bermasalah ketika melakukan installasi eSPT pada Windows 8  dan komputer yang menggunakan sistem 64. Pertama yang kita bahas adalah ketika sitem komputer kita menggunakan sistem 64 bit ketika melakukan installasi eSPT tidak bisa membuat setting ODBC secara otomatis hal itu dilakukan dengan cara melakukan setting ODBC secara manual. Kalau begitu bagaimana caranya ?

Aplikasi eSPT menurut saya dibangun dari sistem 32bit (sitem 64 bit lebih tinggi) maka agar eSPT kompatible dengan sistem 64 bit maka dilakukan penyesuaian ODBC diaplikasi 32bit, pada sistem 32 bit aplikasi odbc ada di folder C:/windows/system32/odbcad32.exe namun di komputer dengan system 64bit odbc ada di C:\Windows\SysWOW64\odbcad32.exe untuk menjalankan file ini ada dua cara, yaitu :

  1. Search file odbcad32.exe lalu klik kanan pilih open (atau klik dua kali), atau
  2. ketikan pada menu Run “C:\Windows\SysWOW64\odbcad32.exe” (ketikan tanpa tanda kutif)

lalu akan muncul kotak dialog seperti biasa seperti gambar dibawah, lalu lakukan setting ODBC secara manual..

ODBC

Lalu bagaimana apakah eSPT kompetibel dengan Windows 8, eSPT memerlukan Net Framework 3.5 sedangkan di Windows 8 feature ini belum diaktifkan, hal ini bisa dicek masuk ke menu control panel lalu pilih menu Program and Features seperti gambar dibawah lalu klik Turn Windows Features..

Control Panel

maka akan muncul kotak dialog seperti ini, terlihat Net Framework 3.5 belum diceklist..

Net Framework 35

Untuk itu untuk dapat melakukan installasi eSPT terutama untuk eSPT PPN 1111 maka langkah yang pertama lakukan dahulu proses aktivasi Net Framework 3.5, cara yang ditempuh ada dua cara, yaitu :

  1. Apabila kita mempunyai CD Windows 8 atas komputer kita entah itu PC atau laptop maka masukan CD tersebut ke CD Room lalu search file cdm.exe jalan dengan klik kanan pilih run as administrator kemudian akan muncul c prompt. Pada C Prompt ini ketikan “dism /online /Enable-Feature /FeatureName:NetFX3 /All /Source:E:\Sources\SxS /LimitAccess” (tanpa tanda kutip) tunggu sampai prosesnya selesai lalu exit. Asumsi jika CD Room berada di drive E
  2. Cara kedua jika kita tidak mempunyai CD Windows 8, kita dapat mengunjungi situs resmi microsoft lalu ke download centrenya cari file Net Framework 3.5 yang dilakukan installasi secara offline (kapasitas file sekitar 255 MB) atau klik di sini lalu download sampe selesai setelah selesai lakukan installasi.

setelah Net Framework 3.5 diaktifkan maka installasi eSPT PPN 1111 dapat dilakukan.

Silahkan mencoba, semoga berhasil…  ^_^

Ditulis dalam eSPT, e-Filing, eNPWP, dan e-Registration | Dengan kaitkata: , , , | 2 Comments »

eSPT PPN 1111 v 1.5

Posted by Faisal Abet pada 26 Juni 2013

Untuk memenuhi ketentuan PER-24/PJ/2012 Direktorat Jenderal Pajak bagi Wajib Pajak yang menggunakan eSPT telah menerbitan eSPT PPN 1111 v 1.4 yang kemudian selain memenuhi ketentuan PER-24/PJ/2012 ini eSPT PPN 1111 v 1.4 juga memperbaiki kesalahan tulisan pada form 1111 B3 yang pada eSPT PPN v 1.3 tertulis “DAFTAR PAJAK MASUKAN YANG TIDAK DAPAT DIKREDITKAN ATAU MENDAPAT FASILITAS” kemudian pada versi 1.4 diperbaiki menjadi “DAFTAR PAJAK MASUKAN YANG TIDAK DIKREDITKAN ATAU MENDAPAT FASILITAS” hal ini menyesuaikan dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER – 11/PJ/2013 yang merupakan perubahan dari PER-45/PJ/2010  yang menegaskan bahwa Faktur Pajak yang dapat dikreditkan namun tidak dikreditkan oleh PKP wajib dilaporkan dalam fom 1111 B3.

Namun pada versi ini data di form AB dan SPT Induk perubahan pada faktur pajak keluaran tidak otomatis berubah ketika kita selesai menginput faktur pajak keluaran yang baru namun harus dilakukan posting ulang. Untuk itulah pada versi 1.5 untuk memudahkan Wajib Pajak tanpa melakukan posting ulang maka ketika kita menginput faktur pajak keluaran yang baru otomatis jumlah pada form AB dan SPT Induk langsung menyesuaikan dengan sendirinya.

Pada versi eSPT PPN 1111 v 1.5 masih terdapat sedikit masalah yaitu ketika kita mengubah penomoran faktur pajak dari Auto menjadi Manual maka hal itu tidak dapat dikembalikan lagi menjadi Auto, yang menjadi masalah ketika kita menginput nomor seri faktur pajak 900 harus dicantumkan manual pertama kali setiap akan menginput faktur pajak keluaran namun ketika kita memilih penomoran auto maka kode 900 cukup dicantumkan sekali saja.

Namun yang terpenting untuk tidak lupa mengentry nomor surat pemberian nomor seri faktur pajak yang diberikan oleh Kantor Pelaynan Pajak dimana terdaftar dan nomor seri urut awal dan terakhirnya, pada menu referensi seperti gambar dibawah ini :

Jatah Nomor Seri FP

sehingga tidak akan muncul comment seperti ini :

Tidak Sesuai Jatah

Semoga bermanfaat.. ^_^

Tambahan :

  1. Untuk mengupgrade versi sebelumnya ke versi 1.5 pastikan folder eSPT PPN sama dengan folder eSPT PPN yang sudah terinstall di komputer karena folder eSPT PPN 1111 tiap versi berbeda-beda. Untuk pilih browse untuk mencari folder yang sama baru kemudian di exctract.
  2. Dalam mengupgrade gunakan file Patch Update dan eSPT PPN 1111 tidak sedang dibuka
  3. eSPT PPN 1111 versi 1.0 dan 1.1 sepertinya tidak dapat langsung dipgrade ke versi 1.5, caranya bisa diupgrade dulu ke versi 1.2 baru ke 1.5 atau simpan dahulu databasenya ke folder lain atau flashdisk, uninstall yang lama baru kemudian install versi 1.5
  4. Bagi yang menggunakan Windows 7 atau Windows Vista dan pernah menggunakan eSPT PPN 1111 versi  1.0 atau 1.1 jangan lupa untuk mereplace database yang ada di virtual store ke folder C:/Program Files/DJP

Ditulis dalam eSPT, e-Filing, eNPWP, dan e-Registration, PPN/PPnBM | Dengan kaitkata: , , | 85 Comments »

Penyesuaian PTKP pada Aplikasi eSPT PPh Pasal 21

Posted by Faisal Abet pada 9 November 2012

Seiring dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan nomor 162.PMK.011.2012  tanggal 22 Oktober 2012 maka mulai 1 Januari 2013 PTKP akan disesuaikan dari sebelumnya untuk diri sendiri (single) adalah Rp 15.840.000,00 dalam setahun menjadi Rp 24.300.000,00 dan untuk tambahan status kawin dan tanggungan sebelumnya masing-masing Rp 1.320.000,00 dalam setahun menjadi Rp 2.025.000,00. Dengan demikian bagi Bapak/Ibu tidak ada salahnya menyesuaikan besarnya nilai PTKP  pada eSPT PPh Pasal 21 yang Bapak/Ibu gunakan mulai dari sekarang karena tidak akan mengganggu perhitungan bulan Nopember dan Desember 2012, dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Buka aplikasi eSPT PPh Pasal 21, masuk ke menu Utility, lalu pilih Referensi kemudian pilih Penghasilan Tidak Kena Pajak seperti gambar dibawah ini :

 

 

 

 

 

 

 

Klik gambar untuk memperbesar

2. Lalu ubah masa berlaku PTKP yang berlaku saat ini yang sebelumnya berlaku dari 1 Januari 2009 s.d. 31 Desember 2014 menjadi berlaku sampai dengan 31 Desember 2012 seperti gambar di bawah ini :

 

 

 

 

 

 

 

Klik gambar untuk memperbesar

3. Lalu akan muncul comment dibawah ini :

 

 

 

 

 

 

4. Lalu tambahkan data PTKP yang baru sesuai PMK No. 162/PMK.011/2012, dengan mencatumkan PTKP Diri Sendiri Rp 24.300.000,00 dan PTKP Status Kawin/Tanggungan Rp 2.025.000,00  dengan masa berlaku mulai 1 Januari 2013 dan berakhir asumsikan 31 Desember 2017  seperti gambar di bawah ini :

 

 

 

 

 

 

 

Klik gambar untuk memperbesar

5. Lalu muncul comment di bawah ini :

 

 

 

 

 

 

6. Setelah diklik Yes maka akan muncul comment  gambar seperti  ini :

 

 

 

 

 

 

7.  Terakhir klik OK maka PTKP selesai ditambahkan seperti gambar di bawah ini, :

 

 

 

 

 

 

 

Klik gambar untuk memperbesar

8. Selesai, eSPT PPh Pasal 21 Bapak/Ibu sudah menggunakan PTKP yang baru sehingga per 1 Januari 2013 perhitungannya sudah menggunakan PTKP yang baru..

Selamat mencoba…

Catatan :

  • Untuk aplikasi Excel Perhitungan PPh Pasal 21 yang telah disesuaikan  dengan PMK No. 162/PMK.011/2012 silahkan di download di kolom Download, atau klik dibawah :
  1. Kertas Kerja Perhitungan PPh Pasal 21 (Perusahaan Swasta)
  2. Impor 1721 A1 (Perusahaan Swasta)
  3. SPT PPh Pasal 21/26 (Instansi Pemerintah)
  4. SPT PPh Pasal 21 -Khusus masa Desember (Instansi Pemerinath)
  5. Impor 1721 A2 (Instansi Pemerintah)
  • eSPT PPh Pasal 21 yang bisa digunakan adalah update per-30 Nopember 2009, Update Per-14 Januari 2010 (updatedari versi sebelumnya ukuran kertas dari folio menjadi legal kemungkinan karena beberapa printer tidak memiliki ukuran folio), dan Update Per 6 Agustus 2012 (Update dari versi sebelumnya catatan pada bukti potong PPh Pasal 21 Final sebelumnya tercantum dapat menjadi kredit pajak diubah menjadi pajak bersifat final), untuk yang sebelumnya menggunakan eSPT per 13 Juli 2009 atau 30 Nopember 2009 pada saat update pastikan foldernya sama dengan yang sudah diinstal di komputer yang digunakan karena ada perbedaan folder installasi dari eSPT PPh 21-26 menjadi eSPT PPh Masa Pasal 21-26) .
  • Untuk update per 6 Agustus 2012 masih ada kendala di OS Windows 7 karena gagal registry di CReport21.dll dan cSPT21.dll sehingga akan kesulitan melakukan pencetakan baik di layar monitor komputer (print preview) atau ke printer, untuk itu silahkan install di OS Windows XP lalu cari file CReport21.dll dan cSPT21.dll (file ini juga dapat diminta ke kantor pajak)kemudian kopi dan paste kan ke C:\Windows|System32 pada Windows 7 kemudian lakukan registry dengan jalan masuk ke cmd atau C: prompt sebagai administrator kemudian ketik regsvr32 CReport21.dll lalu enter ulangi dengan ketik regsvr32 cSPT21.dll  lalu enter, maka eSPT 21 sudah dapat melakukan print preview dan mencetak.
  • Pada saat menginput 1721A1/A2 untuk masa Desember 2012 dilakukan setelah tanggal 31 Desember 2012 apabila sudah dilakukan penyesuaian PTKP maka ubah dahulu system tanggal di komputer yang Bapak/Ibu gunakan menjadi tanggal 31 Desember 2012 karena jika tidak maka PTKP akan pada perhitungan 1721 A1/A2 akan mengikuti ketentuan yang baru selain itu tahun kalender menjadi 2013.
  • Tambahan info terakhir yaitu mengenai tambahan penghasilan, bagi Bapak/Ibu yang PPh Pasal 21nya ditanggung oleh perusahaan tentu kenaikan ini tidak berpengaruh bagi bapak ibu tetapi bagi perusahaan berpengaruh secara komersial karena biaya PPh Pasal 21 berkurang sedangkan bagi PPh 21-nya dipotong dari penghasilan atau menggunakan metode gross up. Peningkatan PTKP sebesar Rp 705.000,00 perbulan di tahun 2013 bagi yang single maka bagi Bapak/Ibu yang perhitungan PPh 21-nya masih dilapisan pertama 5%  maka akan ada tambahan penghasilan Rp 35.250,00 (Rp 705.000,00 x 5%) perbulan  untuk diri sendiri perbulan sedangkan jika penghasilan sudah dilapisan kedua maka akan ada tambahan penghasilan sebesar Rp 105.750,00 (Rp 705.000,00 x 15%) perbulan dan jika menggunakan metode gross up tambahan penghasilan perbulan dari Rp 35.250,00 menjadi Rp 37.008,00 dan dari Rp 105.750,00 menjadi Rp 124.413,00.  Begitu seterusnya untuk pengenaan tarif selanjutnya(Selisih PTKP Baru dikurangi PTKP Lama dikalikan tarif PPh Pasal 17 UU PPh).

Ditulis dalam eSPT, e-Filing, eNPWP, dan e-Registration, PPh Pasal 21/26 | Dengan kaitkata: , , | 27 Comments »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 773 pengikut lainnya.