Faisal Tax's Blog

Pajak Demi Pembangunan

Transfer Pricing

Posted by Faisal, S.Mn. pada 9 Oktober 2008


Sebagai prolog mengapa transfer pricing begitu penting, hal ini terjadi karena kita sudah bicara mengenai bisnis internasional. Ya bisnis internasional apalagi Batam yang letaknya begitu strategis dekat dengan negara tetangga sudah barang tentu jadi pertimbangan investor asing untuk membuat salah satu divisinya di sini. So apa pertimbangannya ya sudah tentu bisnis ya bisnis pastilah profit dan profit ini berkaitan erat biaya produksi atas suatu produk. Salah satu elemen biaya produksi adalah upah, letak yang strategis serta iklim usaha yang kondusif.

Lalu mengapa transfer pricing begitu penting bagi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) karena hal menyangkut pengenaan pajak atas divisi atau pabrik ayang ada di Indonesia khususnya Batam karena secara umum perusahaan akan berusaha mengalihkan keuntungannya di negara yang dikenakan tarif pajak lebih rendah.

Lalu apa dasar hukumnya, dasar hukumnya yakni Pasal 18 ayat 3 UU nomor 17 tahun 2000, yakni Direktur Jenderal Pajak berwenang untuk menentukan kembali besarnya penghasilan dan pengurangan untuk menghitung besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Wajib Pajak lainnya sesuai dengan kewajaran dan kelaziman usaha yang tidak dipengaruhi oleh hubungan istimewa dan pejlesan pasal tersebut yakni dalam menentukan kembali jumlah penghasilan dan atau biaya tersebut dapat dipakai beberapa pendekatan, misalnya data pembanding, alokasi laba berdasar fungsi atau peran serta dari Wajib Pajak yang mempunyai hubungan istimewa dan indikasi serta data lainnya

 

Untuk itu menilai suatu biaya (cost) wajar atau tidaknya menjadi hal yang tidak mudah, bagaimana cara menetahuinya tentunya dengan cara membandingkan transaksi tersebut dipihak yang idependen di dalam membandingkan tersebut dikenal beberapa pendekatan yang di tinjau dari fungsi, asset, dan resiko. Nah pendekatan/metode yang digunakan adalah sesuai lampiran KEP-01/PJ.7/1993 tanggal 09 Maret 1993 Bab III tentang teknik dan metode pemeriksaan (ada dikolom peraturan), yakni :

 

1.         Metode harga pasar sebanding (Comparable uncontrolled price method)

2.         Metode harga jual minus (Sales minus/ Resale price method)

3.         Metode harga pokok plus (Cost plus methode)

4.         Metode lainnya yang dapat diterima

 

Dan metode lainnya yang dapat digunakan adalah metode yang digunakan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) trus kenapa kita menggunakan metode tresebut padahal kita bukan anggota OECD, metode trasnfer prcing OECD sudah diadopsi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai ketentuan untuk menghidarkan penghitungan pajak berganda (double taxation), nah kita sebagai salah satu anggota PBB tentunya berdasar dari konvensi PBB tersebut.  Metode tersebut adalah Profit Split Method dan  Transactional Net Margin Method (TNMM), sehingga metode keseluruhannya adalah sebagai berikut : 

 

1. Comparable Uncontrolled Price (CUP)

Yakni membandingkan transaksi yang dependen dengan transaksi idependen yang dilihat dari kemiripan transaksi. Hal ini dikur secara langsung atau melalui penyesuaian kualitas produk, syarat kontrak, geografis pasar, tanggal transaksi, aktiva tidak berwujud dengan perusahaan affiliasi, kurs mata uang asing, dan faktor-faktor lain yang realistis

 

2. Resale Price

Dengan menganalogikan transaksi sebagai transaksi penjualan ke pelanggan sehingga didapat nilai transfer adalah harga jual ke pelanggan dikurangi gross margin yang didapat penjual dengan syarat tidak ada perubahan yang signifikan terhadap produk sebelum dijual

 

3. Cost Plus

Nilai transfer didapat dari biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk ditambah gross margin yang wajar dengan syarat fungsi yang dijalankan dan kondisi pasar bisa dibandingkan

 

4. Profit split method

Yakni menghitung laba gabungan dari perusahaan yang mempunyai hubungan istimewa untuk selanjutnya dibagi berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan dengan transaksi yang idependen dan produk yang sama

 

5. Transactional net margin method

Yakni membandingkan net margin dari perusahaan yang idependen dengan perusahaan yang dependen (mempunyai hubungan istimewa). Perusahaan yang dibandingkan harus benar-benar tepat hal ini dapat dilihat dari rasio-rasio perusahaan apakah sebanding yakni ratio of net profit before tax (NPBT) to sales, ratio of net profit (before interest and tax) to sales = EBIT (earning before interest and tax), ratio of gross profit to operating expenses, ratio of NPBT to shareholder’s funds, ratio of EBIT to assets, dan ratio of NPBT or sales to number of employee. Paling sedikit dua rasio tersebut harus sebanding.  Hal lain yang perlu dipertimbangkan juga yakni kebijaksanaan keuangan perusahaan, strategi bisnis, dan kebijakan efesiesi dari manajemen yang tentunya juga akan berpengaruh terhadap perusahaan yang dibandingkan. Utamakan kemiripan fungsi daripada kemiripan produk. Untuk itu perlu dilakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap kondisi diatas serta keadaan lingkungan serta kondisi bisnis pada tahun yang dibandingkan. Dan hal juga perlu dipertimbangkan terhadap perusahaan pembanding adalah siklus bisnisnya untuk itu gunakanlah data beberapa tahun agar kita bisa mengerti siklusnya.

 

Lalu dimanakah data pembanding itu didapatkan, bisa didapatkan dari data laporan keuangan yang dipublikasikan atau dapat dapat digunakan data dari :

ORIANA            (Asia-Pacific listed and private companies)

AMADEUS        (European listed and private companies)

OSIRIS              (Global listed companies)

Lalu kenapa data tersebut dijadikan dasar, karena mereka yang dapat menyediakan list data-data perusahaan secara legal yang dapat dipertanggungjawabkan untuk sebagai bahan pembanding.

Iklan

14 Tanggapan to “Transfer Pricing”

  1. lian said

    Saya boleh tanay-tanya mengenai tema skripsi saya mengenai transfer prcing pak?

    Thanks before

  2. Faisal said

    Boleh saja kenapa tidak, selama saya ada waktu dan paham mengenai hal yang ditanyakan tentu saya akan bantu…

  3. dini said

    pak, apa motivasi negara-negara yang menerapkan tax haven?

    terimakasih 🙂

  4. Faisal said

    Hal itu merupakan salah satu daya tarik agar negara mereka menjadi negara tempat perusahaan berinvestasi dengan mengabaikan manfaat pajak dan mengandalkan manfaat yang lain oleh karena itu timbulah ketentuan transfer pricing jangan sampai penghasilan yang diperoleh dari sini(negera di luar tax heaven, misalnya Indonesia) ditarik ke perusahaan induk yang ada di negara tax heaven.

    Terima kasih. 🙂

  5. setyo said

    mau tanya pak,
    1. kalo ternyata data yang diperoleh dari osiris/oriana/dll tsb ketika ditelusuri ke situs perusahaan masing2 menunjukkan jenis usaha yang berbeda dgn WP yang diperiksa bagaimana pak? shrsnya tdk dpt diterapkan kan pak? misal perusahaan A usaha maklon pengecatan besi, dibandingkan dengan perusahaan dari osiris ternyata mereka bergerak dlm bidang usaha produksi cat tembok,cat kapal,dll. mnrt pemeriksa krn data yang disajikan oriana adlh perusahaan2 tsb, tp apakah lsng dijadikan dasar koreksi?
    2. jika pakai penyesuaian, seperti apa bentuknya? dan tolok ukur angkanya dari mana?
    3. apakah TNMM memang dapat diterapkan utk jenis usaha maklon? mengingat jasa maklon hanya fee, shg net margin tidak tergantung biaya2 HPP.

    1. Osiris/oriana adalah data eksternal, prioritas pertama adalah data internal kemudian untuk tingkatakan kesebandingan pertama yang dicari harus lah sama. Data yang ada di osiris dan oriana adalah data yang bisa dipertanggungjawabkan, namun bukankah Bapak juga diberikan kesempatan untuk memberikan pembanding eksternal yang tentunya aksesnya data bisa kami/pihak lain ketahui(seperti osiris/oriana) yang lebih fair menurut Bapak ? Yang pertma dibadingkan tentu yang sama kalau memang tidak dicari yang sejenis/serupa tentunya yang sejenis/serupa pasti ada perbedaan, nah atas perbedaan ini berapakah nilainya.
    2. Tentunya perbedaan dari sisi fungsi, asset dan risk yang dinilai, selisih nilai dari transaksi independen dengan transaksi dependen itulah jadi ukuran.
    3. Atas jasa maklon tentu yang dibandingkan dengan jasa maklon, metode yang dipakai tergantung pada tolak ukur yang dipakai kalau harga jual metodenya CUP, sedangkan tolak ukurnya Gross Profit adalan Cost Plus atau Sales minus sedangkan kalau pada net profit, metode pada pendekatan ini adalah TNMM atau disebut juga profit split.

    Terima Kasih. 🙂

  6. stefanie said

    mau tanya pak,

    1. jika pembanding dalam oriana tidak ada yang sama dengan jenis usaha yang dicari, misalnya industri yang dicari adalah perakitan mobil dan tidak ada proses manufaktur, sedangkan dalam oriana tidak ada industri hanya perakitana saja , seharusnya bagaimana untuk tindak selanjutnya? padahal saya sudah memperluas range yang ada..
    2. menurut bapak, data mana yang lebih baik digunakan dalam menentukan pembanding dalam TNMM, osiris atau oriana?

    =======Faisal=========

    Data pembanding tidak harus menggunakan oriana atau osiris sepanjang ibu mempunyai data perusahaan pembanding yang idependen, valid, dan sebanding itu juga bisa digunakan.
    Perusahaan assembling kan tidak hanya di Indonesia saja pasti ada data pembandingnya bu…
    Kedua-duanya sama bagusnya kok…

    Terima Kasih. 🙂

  7. victor said

    Pak mau nanya,

    sy victor, skrg lagi skripsi transfer pricing juga, kebetulan sy agak bingung dengan indikator/kriteria dari transfer pricing… adakah angka pasti? misalnya ratio setelah ebit harus 10% dsb. terima kasih

    ======Faisal=======

    Tidak angka pasti tergantung bidang usaha dan pasar dari perusahaan idependen yang dibandingkan atau tergantung transaksi idependen yang dibandingkan..

    Terima Kasih. 🙂

  8. danang651 said

    Pak, saya mau tanya nih, saya ingin membuat skripsi tentang transfer pricing, kira kira tema yang cocok apa ya? kalau tentang formulary apportionment yang dibandingkan dengan arms length bisa atau tidak? sudahkah ada pengembangannya untuk formulary apportionment ini?? terima kasih…

    ========Faisal==========

    Wah saya tidak sejauh itu mas Danang… Mengenai tema ini apakah sudah pernah yang mengambil tema ini atau belum soalnya kan bukan permasalahan baru… Sepertinya acuan kita juga masih OECD mas dan alhamdulillah sekarang sudah semakin diperhatikan..

    Terima Kasih. 🙂

  9. anastasia said

    SELAMAT SIANG BP.

    saya mau tanya kalau perusahaan ternak biasa menggunakan medtode apa, dan kalau perusahaan dagang menjual susu sapi menggunakan metode apa, mohon penjelasan terimakasih

    =======Faisal=======

    Tolong pertanyaannya lebih detail ibu…

    Terima Kasih. 🙂

  10. Roy Suryo said

    apa yang melatarbelakangi batasan jumlah penyertaan modal sebesar 25% pada definisi hubungan istimewa?

    thx pak

    ======Faisal=======

    Secara pasti saya tidak tahu, akalu tidak salah ingat secara akuntansi persentase kepemilikan untuk metode equity juga 25% ke atas.. karena kemungkinan persentase tersebut dapat mempengaruhi kebijakan perusahaan…
    Terima Kasih. 🙂

  11. Roy Suryo said

    apa perbedaan dari pengaruh yang ditimbulkan akibat transfer pricing yang dilakukan secara domestik dan internasional?

    thx pak

    ======Faisal=======

    Sepanjang tidak ada penggelapan pajak transfer pricing domestik tidak mempengaruhi apa-apa karena toh beban atau penghasilan dialihkan di negara yang sama, sedangkan bila kaitannya dengan dua negara bisa jadi negara satu dirugikan karena dibebankan tidak smeestinya sehingga pajaknya menjadi lebih kecil sedangkan negara lain yang mengalihkan beban tersebut pajak yang dikenakan menjadi lebih tinggi dari seharusnya..

    Terima Kasih. 🙂

  12. Aji.pratama said

    pa, saya mau nanya,

    Saya sedang mengerjakan skripsi dengan judul “Pengaruh Transfer Pricing terhadap Pajak Penerimaan Kas negara dab akibatnya terhadap efisiensi biaya perusahaan”…. Apakah dengan judul ini saya dapat mengambil datanya lewat
    Data-darai dari :

    ORIANA (Asia-Pacific listed and private companies)

    AMADEUS (European listed and private companies)

    OSIRIS (Global listed companies)

    mohon bantuannya

    ========Faisal=========

    Bisa saja pak, saya pikir cukup salah satunya saja tergantung scopeexternal comparable yang mau digunakan lagi pula aplikasi ini tidak gratis pak dan biaya cukup tinggi Waktu di kantor lama saja kami hanya menggunakan oriana…

    Terima Kasih. 🙂

  13. agung said

    Mas bisa bantu untuk analisa osiris atau oriana industry consumer good untuk royalti dan jasa intercompany?

    ======Faisal=======

    Maaf pak agung untuk teknisnya sebaiknya dikonsultasikan ke AR bapak.. 🙂

    Terima Kasih. 🙂

  14. yana said

    Mau tanya pak,
    Saya sedang mulai menyusun skripsi, transfer pricing sepertinya menarik utk dijadikan tema. Namun saya belum paham betul utk memperoleh data seperti yg disebutkan sebelumnya (oriana, omadeus, osiris) bagaimana prosedur utk mendapatkan data yg kita inginkan dan apa betul data tersebut harus kita beli seperti memperoleh data dari BEI, jika benar mohon info harganya ya pak..thx

    =======Faisal=========

    Waktu itu kami memakai oriana, sepertinya memang nilainya tidak kecil bu yana.. Soal nilai pastinya mohon maaf saya tidak tahu bu yana…

    Terima Kasih. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: