Faisal Tax's Blog

Pajak Demi Pembangunan

PPh Final sebuah Solusi ?

Posted by Faisal, S.Mn. pada 24 Februari 2009


Jika kita memperhatikan obyek-obyek yang dikenakan PPh Final seperti deviden, pesangon, bunga deposito, hadiah undian, jasa giro, bunga diskonto/obligasi, sewa tanah dan/atau  bangunan, pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan, jasa konstruksi, industri rokok dan penjualan migas. Dari beberapa item pertama yang disebutkan kita dapat mengerti mengapa obyek tersebut dikenakan PPh Final karena tanpa usaha penghasilan tersebut kita dapatkan.

Namun beda hal beberapa item terakhir sebagaimana disebutkan diatas yang merupakan usaha aktif dimana tentunya ada penghasilan ada biaya dan otomatis ada untung ada rugi jadi lalu kenapa atas obyek-obyek tersebut dikenakan PPh Final, ini menjadi pertanyaan saya…

Membaca dari aturan pelaksanaan dari pertimbangan dapat dilihat bahwa hal ini dtempuh dikarenakan memberikan kemudahan kepada Wajib Pajak yakni menyederhanakan penghitungan karena pajak dikenakan langsung dari penghasilan yang diperoleh jika menyimak ini sebarnya konsep ini mirip dengan norma penghitungan di PPh atau di PPN bagi pengusaha kecil dimana sudah ditentukan prosentase tertentu yang merupakan unsur biaya/pajak masukan.

Namun  sebenarnya ada dua hal yang mendasar yang membedakan antara pengenaan PPh Final dengan Norma Penghitungan, pertama pengenaan PPh Final adalah sebuah keharusan sedangkan penggunaan norma penghitungan adalah sebuah pilihan, dan kedua pengenaan PPh Final tidak membatasi kualifikasinya sedangkan penggunaan norma penghitungan dibatasi oleh batasan omzet.

Lalu sebenarnya manakah yang tepat sasaran, memang saya belum pernah menjadi usahawan namun logika berpikir saya akan mengatakan penyederhanaan penghitungan akan berguna bagi Wajib Pajak/Usahawan yang baru dalam taraf merintis dimana dimungkinkan belum cukup waktu dan biaya serta mungkin SDM untuk mengadakan pembukuan.

Dengan demikian kenapa tidak atas usaha aktif yang dikenakan PPh Final tidak diperlakukan seperti pengenaan norma penghitungan yakni diberikan pilihan dan batasan dengan pertimbangan untuk usaha menengah dan besar sudah cukup waktu, biaya dan SDM untuk mengadakan pembukuan atau bagi usaha kecil yang sudah mampu mengadakan pembukuan seharusnya dikenakan PPh tidak Final. 

Akhir kata apakah sebuah solusi mengenakan PPh Final pada usaha aktif ? Saya pikir Anda sudah tahu jawabannya.

Iklan

3 Tanggapan to “PPh Final sebuah Solusi ?”

  1. anto said

    mohon pencerahan

    Klo misalnya saya punya lapangan futsal, terus tiap tim nyewa lapangan saya tiap jamnya saya kenai tarif 200.000 apa itu juga kena pph final yaa pak ?

    apabila saya ngisi spt tahunan apa benar di induknya tertulis nihil apabila sudah bayar/dipot pph final?, dan bagaimana dengan biayanya apa dikoreksi ?

    apa benar klo di sudah dipot/bayar pph final angsuran pph 25 nihil? trus dispt tahunan tidak perlu membuat lap keu ?

    terima kasih atas tanggapannya
    anto

    Pak anto lapangan futsal menurut saya masuk dalam kategori tanah dan/atau bangunan, sehingga atas penyewaan tersebut seharusnya dipotong/dibayar PPh Final.
    Pada prinsipnya pengenaan PPh Final mengabaikan biaya untuk penghitungan PPh Badan/OP terhutang, sehingga apabila penghasilan semata-mata dari obyek PPh Final maka di SPT Induk PPh Tahunan adalah Nihil. Dengan demikian tidak perlu ada koreksi atas biaya.
    PPh Pasal 25 adalah angsuran atas pajak terhutang tahun pajak berjalan, dengan status SPT Induk PPh Tahunan Nihil maka PPh Pasal 25 adalah Nihil.

    Terima Kasih. 🙂

  2. hendri said

    Siang Pak Faisal,

    Kebetulan perusahaan tempat saya adalah perusahaan konstruksi. Kalau saya pikir pengenaan PPh final malah lebih pasti dibanding pengenaan PPh badan biasa, dimana sering terjadi perbedaan pendapat ttg item item yg perlu dikoreksi fiskal dan biasanya selalu merugikan fiskus. Bukan begitu Pak ya?

    Hendri

    =======Faisal=====

    Betul pak hendri PPh Final memang lebih pasti tetapi yang namanya usaha kan tidak pasti bisa untung besar, kecil, impas, atau malah rugi.

    Terima Kasih. 🙂

  3. Susanto said

    Kalau semua transaksi dikenakan pajak final nanti para konsultan pajak jadi tidak laku lagi donk, jadi ngimana nasib anggota IKPI pak..

    =====Faisal====
    Masih ada donk cuma berkurang banyak, soalnya kan ada tarif lebih rendah atau lebih tinggi. he..he..

    Terima kasih. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: