Faisal Tax's Blog

Pajak Demi Pembangunan

Impor Data Penyusutan dan Kredit Pajak

Posted by Faisal, S.Mn. pada 30 April 2009


Gunakan file excel contoh impor data yang ada di installler eSPT.

  1. Baca setiap petunjuk apa yang perlu disi pada setiap kolomnya yang ada pada baris pertama setiap kolomnya
  2. Untuk kredit pajak sesuaikan data kredit pajak yang dimpor dengan contohnya misalnya PPh 23 dengan PPh 23 atau PPh 22 dengan PPh 22 atau mudahnya kelompokkan bukti potong sesuai jenis pajaknya lalu save as file contoh impor tersebut kemudian kopikan dari file asal misalnya PPh 22 ke file baru sesuai kredit pajak PPh Pasal 22 yang ada, misalnya bukti potong PPh 22 ada 14 lembar maka kopikan sebanyak 14 baris, baru kemudian PPhPasal 23 dan seterusnya baru kemudian kopi paste value data yang sebenarnya..
  3. Untuk penyusutan sama halnya dengan kredit pajak kelompokkan dulu aktiva sesuai kelompoknya. Untuk aktiva selain bangunan kelompokan menjadi kelompok 1, 2, 3, dan 4 (untuk pedomannya dapat dilihat di Keputusan Menteri Keuangan Nomor 138/KMK.03/2002 tanggal 08 April 2002) kemudian baru bangunan menjadi bangunan permanen dan bagunan non permanen dan terakhir aktiva tidak berwujud seperti royalti, biaya pendirian ke dalam kelompok 1, 2, 3, dan 4 kemudian kopikan data sesuai jumlah harta, misalnya kelompok 1 ada 120 buah maka kopikan sebanyak 120 baris dan seterusnya baru kemudian kopi paste value data yang sebenarnya. Pedoman untuk mengetahui masa manfaat dan tarif yang digunakan bisa dilihat di Pasal 11 dan Pasal 11A UU PPh Nomor 17 tahun 2000 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang PPh Nomor 36 tahun 2008.
  4. Untuk aktiva selain bangunan nama harta ditambakan pada kolom keterangan, apabila aktiva yang masa perolehan dan namanya sama ada lebih dari satu maka berilah merk, plat nomor, atau jenis bahannya untuk membedakan namun apabila tetap ada aktiva yang sama lebih dari satu buah maka tambahkan nomor urut pada nama aktiva yang ada di kolom keterangan. Misalnya Komputer IBM ada tiga buah yang diperoleh bulan Pebruari 2008, maka tuliskan pada kolom keterangan komputer IBM1, komputer IBM2, dan komputer IBM3
  5. Untuk aktiva bangunan sebelum dilakukan impor data sesuaikan nama harta pada eSPT dahulu misalnya Bangunan Kantor atau Pos Satpam baru kemudian pada file impor kolom keterangan apabila bangunan yang sejenis lebih dari satu maka tambahkan pada kolom keterangan nama harta tersebut misalnya kantor pusat, kantor cabang
  6. Bila menggunakan rupiah maka angka dibelakang koma (sen) tidak diperkenankan
  7. Apabila langkah 3 atau 4 diatas kopi paste ternyata melebihi data yang sebenarnya maka lakukan delet rows pada baris yang tidak diperlukan 

Maaf terlambat dikarenakan baru ada pertanyaan pada hari ini, namun demikian semoga masih tetap bermanfaat… 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: