Faisal Tax's Blog

Pajak Demi Pembangunan

Menilik Perubahan SPT Tahunan 2009

Posted by Faisal, S.Mn. pada 15 Oktober 2009


SPT Tahunan untuk tahun pajak 2009 telah diterbitkan, ada beberapa perubahan yang dilakukan baik terhadap SPT Induk maupun lampirannya yakni SPT Tahunan PPh Badan:

SPT Induk (1771)

point 4 PPh terutang tarif diperinci menjadi 3 bagian yakni tarif umum pasal 17 ayat 1 huruf b, pasal 17 ayat 2b bagi yang saham 40%nya diperdagangkan di bursa efek, dan tarif pasal 31E bagi UMKM. Selain itu ada penambahan poin 16 yakni pernyataan tranksaksi hunbungan istimewa dimasukan ke spt induk.

sedangkan perubahan dilampiran SPT Induk adalah :

Lampiran 1771 I

Penambahan koreksi fiskal positif yakni biaya yang ditangguhkan pengakuannya dan koreksi fiskal negatif yakni penghasilan yang ditangguhkan pengakuannya.

dan perubahan di Lampiran Khusus

Penambahan lampiran 3 menjadi

1. Lampiran 3A merupakan lampiran 3 pada SPT tahun sebelumnya nmaun pada SPT ini diperjelas kembalitentang pihak yang mempunyai hubungan istimewa serta rincian transaksinya.

2. Lampiran 3A-1 tentang dokumentasi transfer pricing.

3. Lampiran 3A-2 pernyataan tentang transaksi dengan negera tax heaven.

Lampiran kutipan elemn laporan keuangan dibagi menurut bidang usaha menjadi lampiran 8A-1 s.d. 8A-6, yakni:

1. Lampiran 8A1 untuk Perusahaan Industri Manufaktur

2. Lamiran 8A-2 untuk Perusahaan Dagang

3. Lampiran 8A-3 untuk Bank Konvesional

4. Lampiran 8A-4 untuk Bank Syariah.

5. Lampiran 8A-5 untuk Perusahaan Asuransi;

6. Lampiran 8A-6 untuk selain di atas.

sedangkan di SPT Tahunan Orang Pribadi tidak mengalami perubahan penyajian hanya diperuntuknnya saja yang diubah yakni untuk 1770 SS kalau sebelumnya dibatasi berdasarkan jumlah penghasilan bruto yakni dibatasi 30 juta kemudian diubah menjadi 48 juta kemudian diubah menjadi 60juta sedangkan untuk tahun pajak 2009 pembatasan itu dihilangkan asal pegawai yang bersangkutan hanya bekerja pada satu pemberi kerja dan tidak mempunyai penghasilan kecuali bunga bank dan bunga koperasi.

Oh ya OOT sedikit, ternyata ada perubahan formulir antara per-43/PJ/2009 dengan Per-53/PJ/2009 yakni di SPT Masa PPh Pasal 4 ayat 2  yakni di spt per-43 point 7 untuk pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan tercantum hanya untuk wajib pajak yang bergerak di bidang usaha tersebut sedangkan di per-53 hal itu dihilangkan sehingga bagi wajib pajak yang melakukan pengalihan hak atas tanah dan/atau banguan wajib menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 4 ayat 2.

Selain itu juga soal per-57/PJ/2009 tentang perubahan Per-31/PJ/2009 tentang pemotongan PPh Pasal 21/26 untuk penerima penghasilan yang bukan pegawai (tenaga ahli, atlet, dan lain-lain sesuai pasal 3 huruf c per-31/PJ/2009) di atur dasar pengenaan pajaknya adalah 50% dari penghasilan bruto sedangkan yang mendapat pengurang PTKP bulanan adalah hanya yang memenuhi syarat yakni telah memiliki NPWP; penghasilan yang diberikan bersifat  berkesinambungan dan hanya menerima penghasilan dari pemotong PPh Pasal 21.

Berikut formulir SPT Tahunan 2009 dalam format excel (klik di sini)

Iklan

20 Tanggapan to “Menilik Perubahan SPT Tahunan 2009”

  1. fahrudin said

    kalo input k/0 di aplikasi spt tahunan 2009 koq di ptpk ga muncul alias eror (#N/A) gimana tuch…

    =====Faisal=====

    Maaf pak, maksudnya SPT Masa Desember 2009 ? Sudah diperbaiki kok, coba dilihat lagi dan file updatenyanya juga sudah saya email…

    Terima Kasih. 🙂

  2. wahyuni said

    pak, bagaimana cara memasukkan aktiva di espt badan? untuk jenis usaha dan nama harta? saya kurang mengerti…. terima kasih sebelumnya

    ====Faisal=====

    Untuk aktiva selain berwujud selain bangunan nama disesuaikan dengan PMK-96/PMK.03/2009, sedangkan nama sfesifiknya di kolom keterangan, sedangkan untuk bangunan nama aktiva langsung sfesifik sedangkan jenis usaha pengertian adalah atas aktiva tersebut umumnya digunakan pada semua jenis uasaha atau pada jenis uasaha tertentu saja.

    Terima Kasih. 🙂

  3. sriharto said

    Assalammualaikum. wr. wb.
    Blog ini subhannallah luar biasa, sehingga dapat membantu saya dalam mengaplikasikan spt pph pasal 21 masa desember. Bpk Faisal yang dirahmati Allah, saya minta tolong dong, bila sudah memiliki aplikasi perhitungan untuk spt 1771 tahunan badan dengan format excel. Tolong dong di share ke kami, agar memudahkan kami dalam mengimput laporan tahunan dan semoga tidak ada kesalahan dalam penyampaiannya. Terima kasih.

    ======Faisal======

    Wa’alaikumsalam Warahmatulahi Wabarakatuh.

    Amin, terima kasih pak… tetapi maaf saya tidak ada rencana membuat 1771 perhitungannya dalam format excel karena menurut saya DJP sudah memberikan fasilitasnya yakni eSPT yang sudah user friendly..

    Terima Kasih. 🙂

  4. sriharto said

    Alhamdulillah, terima kasih atas masukkannya, saya sudah mencoba download e-spt-nya, dan saya belum mencoba mengaplikasikan seluruh data karna saya masih bingung dengan banyaknya data yang harus diinput, kalau menggunakan excel mungkin tidak serumit e-spt, karna dapat dilihat langsung setiap halaman yang telah disesuaikan dengan kebutuhannya. Maaf Pak Faisal kalau saya kurang berkenan dihati Bapak dan semoga Allah membalas seluruh amal baik Bapak. Amien

    ======Faisal=====

    Amien… Insya Alloh klu sudah terbiasa terasa manfaatnya baik bagi Anda maupun bagi kami…

    Terima Kasih. 🙂

  5. Daniel said

    sekitar bulan Nopember 2009 yang lalu, saya telah memperoleh NPWP atas nama perusahaan yang baru saja saya dirikan, namun karena saat ini saya masih bekerja di PT sehingga perusahaan tersebut belum bisa beroperasi dan tidak mempunyai kegiatan. Apakah saya boleh melaporkan SPT tahunan 2009 nihil?
    Kalau boleh, saya ingin minta bantuan Bapak untuk emailkan saya contoh SPT Tahunan 2009 NIHIL beserta R/L dan Neraca, trims atas bantuannya.

    ====Faisal=====

    Pelaporan SPT sesuai kondisi real masing perusahaan kalau memang usaha Bapak belum aktif maka Bapak tetap mempunyai kewajiban menyampaikan pelaporan tahunan dengan status nihil..
    Kondisi setiap perusahaan berbeda pak tergantung bidang usaha dan aktiva yang dimiliki…

    Terima Kasih. 🙂

  6. wahyuni said

    pak, saya mau tanya apakah aktiva yang tidak susut menurut fiskal juga bisa dimasukkan ke progran aktiva eSPT Tahunan?

    =====Faisal=====

    Nilai bukunya sudah nol (tidak ada) bu ? atau aktiva yang tidak disusutkan ?

    Terima Kasih. 🙂

    • wahyuni said

      tidak disusutkan pak menurut pajak, tapi komersialnya saya susutkan krn seperti perumahan mes, menurut fiskal tdk susut tp komersialnya susut, yg saya tanyakan klu nilai bukunya blm nol , trs mesin pabrik yg umurnya lbh 20 th krn ada tambahan umur (menurut komersialnya)bagaimana apa yaa hrs dimasukkan di espt juga…

      ======Faisal=======
      Kalau tidak dapat disusutkan secara fiskal tidak perlu dimasukan di daftar penyusutan fiskal baik secara eSPT atau pun manual.
      Sementara apabila ada overhaule yang menambah masa manfaat tambahkan keterangannya ada overhoule pada tahun berapa dengan biaya berapa dan menambah masa manfaat berapa lama dan jangan lupa bukti-bukti pendukung pengeluaran atas kasus seperti ini tetap disimpan dengan baik.

      Terima Kasih. 🙂

  7. cynthia said

    Bpk, saya mau tanya kalau developer bayar pph final ps 4 , apakah ada pengaruh ke penjualan dan apakah perlu bayar angsuran ps 25 mengingat adanya peraturan baru, terimakasih.

    =====Faisal=====

    Sesuai PP 71 tahun 2008 bagi Wajib Pajak yang semata-mata penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan atau bangunan maka mulai 01 Januari 2009 tidak perlu melakukan penyetoran PPh Pasal 25.

    Terima Kasih. 🙂

  8. wahyuni said

    Bapak saya tanya apabila saya input aktiva tsb ke eSPT ternyata hasilnya lain dengan yang sdh saya kerjakan dgn exel, apakah boleh saya masukkan manual saja di Esptnya penyusutan fiskalnya? sebelumnya pada aktiva saya pakai exel di th2 sblmya, krn saya hanya meneruskan aktiva dari hasil pemeriksaan pajak th yang lalu…apakah betul dasar aktivanya dari aktiva th 2008 hasil pemeriksaan pajak kemudian saya lanjutkan di 2009?

    ======Faisal======

    Tolong diteliti dulu perhitungan mana yang keliru, tentu ibu seharusnya mengikuti pwerhitungan yang benar…

    Terima Kasih. 🙂

  9. Fauzi said

    1. Untuk jenis usaha perusahaan komanditer, apa perlu mengisi lampiran 8A-6.
    2. Umumnya pekerjaan yang kami peroleh dari proyek2 pemerintah, apakah PPh Badannya bersifat final?

    Terima kasih,
    Fauzi
    ====Faisal=====

    Maaf pak, lampiran 8A tersebut tidak melihat bentuk badan hukumnya (PT atau CV) tetapi bidang usahanya, lampiran tersebut Wajib disi sesuai bidang uasaha Bapak.

    Sepanjang bidang usaha Bapak adalah jasa konstruksi dan proyek yang dikerjakan adalah bidang konstruksi serta tidak ada Penghasilan lain yang dikenakan PPh tidak final, maka tentu pelaporan PPh Badanya menjadi final.

    Terima Kasih. 🙂

  10. djoko a w said

    Assalammualaikum. wr. wb.
    Pak Faisal,cv. kami baru berjalan namun pendapatannya tidak tentu artinya tiap bulan tidak tentu dapat kerjaan, dan saya melaporkan SPT pph 21 masa selalu nihil, bagaimana dengan laporan spt tahunannya apakah bisa diperhitungkan akhir tahun pendapatannya?
    tks
    wass.wr wb.
    djoko a w

    ======Faisal======
    Wa’alaikumsalam Warahmatuulahi Wabarakatuh… Pak Joko..

    Diketentuan perpajakan pembayaran angsuran bagi uasaha yang sudah berjalan yakni adalah 1/12 dari PPh badan yang dibayar sendiri pada tahun sebelumnya atau sesaua SPT Tahunan PPh Badan tahun sebelumnya..
    PPh Pasal 21 tentu atas pelaporan aktual pembayaran gaji karyawan pada bulan sebelumnya, yang pastinya sudah dapat Bapak ketahui ada pembayaran atau tidak.
    PPh Pasal 21 sudah tidak ada pelaporan tahunan sekarang untuk penghasilan setahun dilaporkan sebagai pelaporan masa Desember.

    Terima Kasih. 🙂

  11. mohamad yaeni said

    Assalammualaikum. wr. wb.
    Mas Faisal, saya sudah mendownload SPT tahunan PPh Badan akan tetapi setelah kami mencoba memasukan NPWP di form induk kok muncul tulisan dipasword ya mas…..
    maturnuwun

    ===== Faisal======
    Wa’alaikumsalam wr. wb.

    Passwordnya sama dengan password standar login eSPT mas…

    Terima Kasih. 🙂

  12. ferini said

    Assalamualaikum Pak,

    Setelah membaca tulisan Bapak diatas yaitu :

    SPT Tahunan Orang Pribadi tidak mengalami perubahan penyajian hanya diperuntuknnya saja yang diubah yakni untuk 1770 SS kalau sebelumnya dibatasi berdasarkan jumlah penghasilan bruto yakni dibatasi 30 juta kemudian diubah menjadi 48 juta kemudian diubah menjadi 60juta sedangkan untuk tahun pajak 2009 pembatasan itu dihilangkan asal pegawai yang bersangkutan hanya bekerja pada satu pemberi kerja dan tidak mempunyai penghasilan kecuali bunga bank dan bunga koperasi.

    Saya ingin menanyakan :

    1. Bagaimana jika pegawai yang pada tahun sebelumnya menggunakan formulir 1770 S (Karena tahun kemarin jumlah penghasilan brutonya dibatasi) apakah sekarang boleh menggunakan formulir 1770SS Pak (Pegawai yang bersangkutan hanya bekerja pada satu pemberi kerja dan tidak mempunyai penghasilan kecuali bunga bank dan bunga koperasi).

    2. Mohon diberitahu peraturan yang menerangkan ketentuan penggunaan formulir 1770SS ditahun 2009tsb pak.

    Terimakasih. Jazakallah Khairan Katsiran

    Wassalamualaikum

    =====Faisal=====

    Tulisan saya dibuat sebelum diterbitkan Per-66/PJ/2009, namun setelah diterbitkan Per-66/PJ/2009 yang meralat Per-34/PJ/2009 maka form 1770 SS penggunaan dibatasi sama seperti tahun lalu yakni bagi penghasilan bruto tidak melebih Rp 60juta

    Terima Kasih. 🙂

  13. farid said

    Matursembahnuwun mas
    Jazakallah Khairan Katziraaa juga, amieeeen

  14. tasia said

    jika saya jual mobil pribadi 70 jt th 2009, be;i th 2000 seharga 100jt , bgmn perlakuan di spt pribadi berapa yang diakui, apakah ada b. penyusutan, mohon penjelasan, terimakasih

    ====Faisal======

    Untuk orang pribadi yang bukan usahawan tidak diatur penyusutan harta bu karena harta ibu tidak ada kaitan langsung dengan perolehan penghasilan ibu, sehingga keuntungan adalah nilai jual dikurangi nilai perolehan…

    Terima Kasih. 🙂

  15. Ery Strife said

    Selamat pagi pak,
    saya mau bertanya, apabila suatu PT sudah dinyatakan non-aktif (sudah dibuatkan akte non-aktif PT dan disahkan oleh notaris) masih diwajibkan untuk melaporkan SSP bulanan dan SPT Tahunan.
    Terima kasih

    =====Faisal======

    Sudah diajukan pencabutan ke kantor pajak belum bu ? Kalau belum masih tetap harus dilaksanakan…

    Terima Kasih. 🙂

  16. Yanto said

    Pak Faisal,

    Assalammualaikum. wr. wb.
    Mau tanya apa yang perlu diisi pada kolom pekerjaan bagi yang tidak ada pekerjaan (kena phk) dan cara pengisian pada kolom-kolom penghasilan kalau selama ini sama sekali tidak ada pendapatan (pengangguran sejak 26 Dec 2008).

    Terima kasih.

    =====Faisal======

    Kalau bapak sudah tidak terima penghasilan lagi diisi angka nol dong pak…

    Terima Kasih. 🙂

  17. Rika Pardono said

    Selamat pagi,

    Suami saya pensiunan pns tapi juga sebagai karyawan swasta. Ternyata NPWP terdaftar sebagai karyawan Swasta. Pertanyaannya SPT Tahunan mana yang harus diisi apakah 1770 S? atau 1770 SS?

    Terimakasih atas tanggapannya.

    =====Faisal=====

    1770 S bu karena dari dua pemberi kerja…

    Terima Kasih. 🙂

  18. Tya Maharani said

    Pak, saya ingin menyanyakan manfaat tentang SPT Orang pribadi tahun 2009. Tolong di jelaskan secara detail. Terima kasih…… (Maharani)

  19. ricky said

    apa pasword untuk membuka file power point yang saya dapat dari blog bapak?


    ======Faisal=========

    Maaf pak rcky hanya read only..

    Terima Kasih. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: