Faisal Tax's Blog

Pajak Demi Pembangunan

Multi NPWP pada eSPT PPh Masa 2009

Posted by Faisal, S.Mn. pada 14 Desember 2009


Sekedar prolog informasi bagi yang belum mengetahui bahwa aplikasi eSPT PPh Masa 2009 berbeda dengan eSPT PPh Masa 2.0 untuk itu database eSPT yang lama tidak dapat digunakan pada eSPT PPh yang baru, untuk itu aplikasi dapat dijalankan bersamaan.

Setelah pelatihan eSPT PPh Masa 2009 yang dilakukan oleh  KPP Madya Batam ada yang ditanyakan oleh beberapa Wajib Pajak yang kebetulan menangani beberapa perusahaan group dan juga ditanyakan oleh konsultan pajak bagaimana mensetting multi NPWP pada aplikasi eSPT PPh Masa yang baru.

Kebetulan yang dicoba adalah eSPT PPh Pasal 23 kemudian dibuatlah kopian database menjadi tiga file setelah dilakukan installasi, pertama dicoba dilakukan perubahan setting ODBC seperti eSPT PPh Masa 2.0 yang lama ternyata pada print preview dan lapor data ke KPP terjadi masalah kemudian dibuatlah setting ODBC baru seperti eSPT PPN ternyata juga terjadi masalah yang sama.

Karena saya juga bukan progammer namun karena pemikiran saya jangan-jangan ada registry otomatis yang terbentuk begitu kita mengisi identitas perusahaan dan membuat spt pertama untuk itulah saya coba mengganti file database yang pertama saya install kemudian saya uninstall untuk selanjutnya menginstall kembali untuk NPWP yang ke-2 saya isikan identitas kembali perusahaan yang kedua  dan membuat spt yang pertama lalu kembali mengubah nama file databasenya kemudian di uninstall kembali selanjutnya dinstall kembali untuk NPWP yang ketiga setelah mengisi identitas dan spt yang pertama kemudian saya membuat setting ODBC baru untuk NPWP yang ke-1 dan ke-2 sehingga ketika akan membuat spt saya cukup memilih setting ODBC yang saya inginkan dan alhamdulillah ternyata teratasi.

Kemudian saya juga mencoba untuk eSPT PPh Pasal 4 ayat 2 dan ternyata untuk eSPT ini kita hanya cukup mengkopi database menjadi 3 buah untuk selanjutnya membuat tambahan setting ODBC untuk dua NPWP lainnya.

Dan ternyata hal ini juga terjadi pada Wajib Pajak yang pada pelatihan membawa laptop dan menggunakan NPWP yang ada pada contoh soal dan ketika memasukan data perusahaan yang sebenarnya tidak melakukan instalasi ulang eSPT hanya menimpa database contoh soal pada pelatihan dengan database kosong maka solusinya adalah export bukti potong, SSP dan lawan transaksi pada database lama kemudian install ulang eSPTnya lalu isi identitasnya kemudian buat spt masa Nopember 2009 lalu impor data bukti potong, SSP dan lawan transaksi yang telah diekspor pada database lama ke eSPT PPh Pasal 23 yang baru diinstal ulang.

Akhirnya semoga informasi ini bermanfaat buat Anda !!

NB:

Untuk eSPT PPh Pasal 23 apabila sudah menggunakan update tanggal 30-11-2009 maka untuk multi NPWP sudah bisa seperti eSPT PPh Pasal 4(2) sehingga tidak perlu lagi install dan uninstall (Tulisan saya buat pada saat masih menggunakan versi pertama kali yakni tanggal 30-10-2009)

Iklan

7 Tanggapan to “Multi NPWP pada eSPT PPh Masa 2009”

  1. Pajakid said

    kunjungan perdana ke sahabat pajak…salam kenal mas

    ==== Faisal =====

    Salam kenal juga mas, terima kasih kunjungannya dan mohon masukannya….

    Terima Kasih. 🙂

  2. anto said

    selamat sore Pak,
    maaf, mau konfirmasi, kalo saya nggak salah, dalam setiap folder instalasi yang diberikan kantor pajak itu ada database kosongnya. nah, menurut saya, kalo mau nambah npwp untuk menggunakan eSPT yang sama, tinggal buka ODBC, di system DSN-nya select database kosong tadi, trus, kasi nama, udah… nanti kalo konek database tinggal pilih yang mana .. gitu.. soalnya kalo dari penjelaasnnya di atas kok kayaknya njelimet… 🙂 maaf Pak kalo saya yang salah. mungkin bisa ditanggapi, biar saya tidak salah…

    trim’s.

    ====Faisal======

    Membacanya belum selesai nih mas….
    Tolong lihat kapan tulisan saya buat dan lihat NB dibawahnya… Maaf mas sudah pernah gunakan eSPT PPh 23 versi tanggal 30-10-2009 belum ?

    Terima Kasih. 🙂

    • anto said

      owh, ya, maaf kalo begitu, saya nggak terlalu perhatikan…. berarti, memang benar kan pak, sekarang caranya seperti itu (yang memakai database kosong) ? untuk eSPT masa PPh Pasal 23, saya baru download, belum sempat makai. masih cobacoba juga kemarin diajarin teman dari pajak. trim’s Pak. web ini saya bookmark lho… hehehe
      sangat membantu… jempol deh…..

      =====Faisal=====

      Ok pak…

      Terima Kasih. 🙂

  3. Buyung said

    Salam Kenal Pak Anto,

    Pak, saya mau bertanya mengenai penjelasan yg diatas.
    Karena saya cukup bingung melihat penjelasan yg tertera mengenai multi NPWP tsb. Kebetulan penjelasan diatas adalah untuk PPh. 23, dimana terjadi masalah ketika print preview dan pelaporan ke KPP.
    Yang ingin saya tanyakan adalah :
    1. masalah apa yg terjadi ketika print preview dan ketika pelaporan ke KPP ?
    2. untuk e-SPT PPh.21 bila dibuat multi NPWP seperti e-SPT PPN jika sebelumnya saya copy paste dulu database yg kosong lalu saya beri nama sesuai nama perusahaan, apakah bisa seperti itu ?
    3. Bila tidak bisa, apa yg harus saya lakukan untuk bisa multi NPWP untuk e-SPT PPh.21 ?

    Sebelumnya saya acungin 2 jempol buat situs ini.
    Setelah itu, saya ucapkan banyak terima kasih atas jawabannya.

    ======Faisal======

    Saya bukan Anto pak, saya faisal…
    Permasalah diatas pada update eSPT pertama untuk eSPT yang sekarang sudah tidak ada masalah lagi..
    Bisa pak, sekarang sudah bisa seperti itu…

    Terima Kasih. 🙂

    • Buyung said

      hoho… maaf pak…
      salah ketik… 🙂
      abisnya cepat2 ketiknya…

      lanjut, saya ada baca mengenai download hapus registry, itu berguna untuk apa yach pak ?

      Terima kasih.

      ====Faisal=====

      untuk eSPT PPh Masa versi 2.0 atau eSPT sesauai formulir SPT Masa PPh yang lama…

      Teriam Kasih. 🙂

      • Buyung said

        terima kasih banyak atas pencerahannya pak faisal..
        maju terus FAISAL TAX’S BLOG.

        ====Faisal====

        Sama-sama pak, oala kayak semboyan apa aja pak…

        Terima Kasih. 🙂

  4. PRAM said

    Sore Pak, mau tanya nich>Kalau kita/perusahaan mau jual forklift(assets),apakah harus dikenakan PPN?apakah harus dibuatkan faktur pajaknya juga?no. kode faktur pajaknya tetap pakai 010.001-10.000000XX atau 090.001-10.000000xx?kalau pembelinya tidak punya NPWP, bagaimana pak?apakah tanpa NPWP bisa diinput pada e-SPT PPN?. TErima kasih atas bantuannya.

    Salam kenal

    Pram.

    =====Faisal======

    Forklit bukan barang murah sebaiknya dijual kepada pihak yang memiliki NPWP untuk itu kode transaksi adalah 090 pada nomor seri faktur pajak karena merupakan penjualan asset (Pasal 16D UU PPN). Klu tidak ada NPWP tidak dapat diterbitkan faktur pajak standar pak..

    Terima Kasih. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: