Faisal Tax's Blog

Pajak Demi Pembangunan

Sekali Lagi SPM PPh 21 Desember 2009

Posted by Faisal, S.Mn. pada 18 Januari 2010


Ada Wajib Pajak saya yang bertanya bagaimana jikalau ada kasus misalnya Onang bekerja dari Januari s.d. Oktober 2009 sedangkan PPh 21 setiap bulannya adalah Rp 50.00,- setelah dihitung pajak setahun ternyata PPh 21 terutang adalah Rp. 200.000,- dan yang bersangkutan mendapatkan fasilitas PPh 21 DTP, pertanyaannya apakah PPh 21 bulan Januari 2009 sebesar Rp 50.000,- dikembalikan ke karyawan mengingat total PPh 21 DTP (Rp. 450.000,-) telah melebihi PPh 21 terutang setahun ?

Kalau hal itu dilakukan maka atas penghasilan masa Januari dapat diartikan PPh 21 juga mendapat fasilitas PPh 21 DTP yang seharusnya tidak ada dan hal ini juga mengakibatkan tidak ada setoran PPh 21 atas Sdr. Onang karena LB PPh 21 sebesar Rp. 50.000,- telah diperhitungkan ke PPh 21 karyawan lain. 

Pendekatan proporsi penghasilan memang harusnya lebih adil namun akan menyulitkan Wajib Pajak dalam penghitungannya namun ada pendekatan lain yang sedikit lebih mudah dipahami dengan kata kunci PPh 21 LB wajib dikembalikan dan/atau diperhitungkan jika PPh 21 terutang setahun dikurangi PPh 21 yang telah dipotong dan disetorkan(tidak termasuk PPh 21 DTP) hasilnya adalah negatif. 

Dengan demikian atas kasus Sdr. Onang maka tidak ada PPh 21 yang perlu dikembalikan dan tidak ada PPh 21 LB yang dapat diperhitungkan ke PPh 21 karyawan lain.

Sementara Wajib Pajak saya lain ada yang bertanya jika perusahaanya ada dua orang pegawai setelah dihitung setahun(1721A1) si A LB Rp 200.000,- sedangkan Si B Kurang Bayar Rp. 500.000,- maka PPh 21 kurang bayar Desember 2009  perusahaan saya adalah Rp. 300.000,-.

Pertanyaannya, apakah LB PPh 21 Si A dapat diperhitungkan ke PPh 21 bulan Januari 2010 ?

Pada kasus ini Lebih Bayar PPh 21 Sdr. A  sebesar Rp. 200.000,-  dapat diperhitungkan ke PPh 21 bulan Januari 2010.  Untuk melihat kasusnya seperti ini, pada bulan Desember 2009 seharusnya perusahaan Bapak membayar Rp. 500.000,- dikarenakan Sdr. A Lebih Bayar Rp. 200.000,- maka Bapak cukup membayar Rp. 300.000,- sehingga ada PPh 21 yang perusahaan Bapak potong dari Sdr. B yang belum disetorkan ke negara sebesar Rp. 200.000,- 

Nah di bulan Januari 2010 uang negara yang dititipkan ke perusahaan Bapak(PPh 21 Sdr. B Rp. 200.000,-) sebagai pengganti lebih bayar PPh 21 Sdr. A sehingga jika di bulan Januari 2010 Sdr. A dan Sdr. B terutang PPh 21 masing-masing sama yakni Rp 500.000,- maka PPh 21 yang diptong dari Sdr. A hanya Rp 300.000,- sedangkan kepada Sdr. B adalah Rp. 500.000,-  sehingga total PPh 21 yang dipotong adalah Rp 800.000,-.

Lalu berapakah yang disetorkan ke negara untuk bulan Januari 2010 ? Nilainya adalah Rp. 1.000.000,- nilai tersebut adalah nilai dari PPh 21 terutang bulan Januari 2010. Jadi dari mana PPh 21 itu didapat sementara yang dipotong dari karyawan bukannya hanya Rp. 800.000,- ??

Jangan lupa Bapak, ada PPh 21 Sdr. B bulan Desember 2009 yang belum disetorkan ke negara sebesar Rp. 200.000,- Nah dengan demikian nilainya bukannya menjadi klop sebesar Rp. 1.000.000,-

Terakhir ada pertanyaan kenapa perhitungan PPh 21 setahun bagi karyawan yang berhenti(pindah kerja)  dan baru masuk(sebelumnya sudah bekerja) tidak disamkan saja perhitungannya dengan pegawai yang mutasi masuk atau mutasi keluar ?

Untuk pegawai yang berhenti, perusahaan tidak mungkin cari tahu dan mau tahu apakah pegawai yang bersangkutan setelah berhenti akan bekerja lagi atau terus tidak bekerja sehingga perhitungannya tidak akan menjadi masalah setelah yang bersangkutan berhenti bekerja lagi di perusahaan lain namun bagaimana jika yang bersangkutan ternyata memang tidak bekerja lagi dan masih berada di Indonesia maka yang bersangkutan berhak menerima kelebihan pembayaran tersebut karena penghasilannya setahun bisa jadi PPh terutangnya tidak sebesar itu atau malah masih di bawah PTKP.

Untuk pegawai baru (pindahan dari perusahaan lain), perusahaan tempat bekerja yang baru bisa jadi kesulitan apabila ternyata perusahaan sebelumnya tidak melaksanakan kewajiban membuat 1721A1 sementara antara perusahaan tidak ada hubungan sama sekali, untuk itu pegawai yang pindahan dari perusahaan yang tidak ada hubungan sama sekali dikategorikan sebagai pegawai yang baru benar-benar bekerja.

Maka apabila terjadi kasus seperti ini perusahaan sudah melaksanakan kewajiban pemotongan sementara karyawan yang bersangkutan wajib melaporkan 1721 A1 dari kedua perusahaan dalam pelaporan tahuannnya (1770 S atau 1770) sehingga sudah dapat dipastikan atas kasusu ini SPT tahunan Karyawan akan menjadi Kurang Bayar.

Demikian konsultasi Wajib Pajak kepada saya, semoga dapat dipahami…

Sebagai tambahan berikut contoh pelaporan SPM PPh Pasal 21 masa Desember 2009 yang hanya mempunyai pegawai tetap, yakni :

1. Kertas Kerja Penghitungan PPh Pasal 21 Tidak Final

2. Rincian Penyetoran PPh 21 Tidak Final masa Jan s.d. Nop 2009

3. SPM PPh 21 masa Desember 2009 yakni 1721 Induk, 1721 I, 1721A1 Daffa, 1721A1 Rafi, 1721A1 Wira, 1721A1 Jojo, dan 1721A1 Adam serta SSP Lembar ke-3.

4. Summary PPh 21 Kurang Bayar Desember 2009.

Iklan

9 Tanggapan to “Sekali Lagi SPM PPh 21 Desember 2009”

  1. frangky said

    Terima kasih mas faisal atas ulasan tentang SPM PPh 21 Des’09.

    Mau tanya, dimana saya bisa download “contoh pelaporan SPM PPh Pasal 21 masa Desember 2009” ??

    seperti-nya belum di upload oleh mas faisal…

    Thx,
    Frangky 🙂

    ===Faisal====

    Sama-sama mas…
    Iya baru sempet saya upload…

    Terima Kasih. 🙂

  2. Untung Setiya said

    Assalamu’alaikum

    Pa Faisal,

    Dalam perhitungan bulan Desember ternyata ada karyawan yang mengalami Lebih Bayar (masuk pertengahan, gaji ada kenaikan), Bagaimana perlakuan SPT OP dimana Bukti A1 yang secara otomatis di e-SPT PPh 21 ada kelebihan bayar? Apakah memang dimungkinkan dan berarti SPT OP (karyawan) akan LB?

    Thx. wassalam

    =====Faisal=====

    Wa’alaikumsalam pak..
    Apabila penghasilan hanya dari satu pemberi kerja 1770 S tidak akan lebih bayar atau kurang bayar.

    Terima Kasih. 🙂

    • Untung Setiya said

      Asslm,

      Pa Faisal,

      Mungkin yang menjadi pertanyaan saya adalah PPh Pasal 21 Masa Desember. Beberapa karyawan (dalam 1 perusahaan & 1 pemberi kerja)ternyata lebih bayar (masa kerja 1 sd 9 & gaji ada kenaikan dibulan ke-4). Yang ingin saya tanyakan apakah perhitungan tsb sudah benar atau mungkin saya salah dalam memasukan angka?

      wassalam,
      Untung S

      =======Faisal=========

      Mungkin saja apabila total selisih kenaikannya melebihi total penghasilan bulan Desember pak..

      Terima Kasih. 🙂

      • Untung Setiya said

        Asslm,

        Pa Faisal,

        Yang dialami di kantor memang begitu, selisih melebihi total penghasilan dibulan Des sehingga PPh 21 yang sudah dipotong utk masa sebelum lebih besar dari PPh 21 terhutang.

        Yang ingin saya tanyakan apabila menggunakan e-SPT maka akan tercetak lebih bayar pada form A1-nya sementara A1 tsb sbg lampiran dalam SPT Thn OP?

        Bagaimana Pa, apakah memang LB?

        wassalam,
        Untung S

        =====Faisal=====

        Apabila hanya dari satu pemberi kerja 1770 S tidak akan pernah lebih bayar atau Kurang Bayar pak… Karena Kurang/Lebih bayarnya telah dipotong/diperhitungkan Pemberi kerja

        Terima Kasih. 🙂

  3. Maya said

    Pak Faisal,

    Saya ada sedikit permasalahan mengenai pengisian SPT 2010, tahun lalu saya bekerja di sebuah konsultan kecil selama 4 bulan. Akhir november saya mengundurkan diri dari perusahaan tersebut. Kendalanya atasan saya memotong lebih banyak dari seharusnya dan beliau tidak memberikan form 1721 A1-nya kepada saya. Bagaimana mengisi pada 1770 S-nya pak ? penghasilan neto saya diakumulasi setahun atau hanya 4 bulan saja ?

    Terima kasih,
    Maya

    ======Faisal=====

    Harus ada 1721 A1nya bu… Tidak disetahunkan hanya 4 bulan saja..

    Terima Kasih. 🙂

  4. asma said

    pak faisal, saya mau tanya.., untuk 1721 A1 a.n Jojo saya lihat sebesar 2.800.800 ya pak? bukan nya seharusnya 5% x 46.680.000 = 2.334.000. mohon pencerahan nya pak faisal.

    salam,
    asma

    ======Faisal=====

    Kan tidak punya NPWP ibu sehingga dikenakan tarif 20% lebih tinggi…

    Terima Kasih. 🙂

  5. edward A said

    siang p’faisal,
    Pak, saya coba unduh perhitungan PPh 21 A1 nya kok gak bisa ya, napa ya pak, saya mo nanya, cara pengisian eSPT masa PPh 21 gimana ya ( apa manual ), apa gak ada manual book nya ya ( maklum masih Pemula ) lagian di KPP kita kok gak ada Sosialisasinya, jadi bingung nih caranya. tolong ya pak.

    thanks ya

    ======Faisal=======

    Yang mana Pak ? Ada kok di installer eSPTnya Pak…

    Terima Kasih. 🙂

    • edward A said

      Perhitungan PPh 21 A1 yg di Download Pak. kalo cara input ke eSPT 1721 A1 dan induknya gimana ya? (bingung bangat nee)

      thanks ya pak

      edw

      =======Faisal=====

      Sudah saya email pak…

      Terima Kasih. 🙂

  6. edward A said

    Sore Pak,
    Sory P’ Faisal bukan Perhitungan PPh 21 yg bapak email tapi Perhitungan PPh 21 ( di Download. 5. Kertas Kerja PPh 21 thn 2009 dan 6. Impor 1721 A1 u/ thn 2009 yg tdk bisa di Unduh. Sekali lagi maaf, kalo bisa di email aja. sory bangat lho…

    Thanks ya bantuannya
    edw

    =======Faisal=====

    File yang dimaksud sama pak, untuk impor sudah saya email…

    Terima Kasih. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: