Faisal Tax's Blog

Pajak Demi Pembangunan

Analogi LB PPh 21 dengan LB PPh 21 DTP

Posted by Faisal, S.Mn. pada 21 Januari 2010


Berdasarkan tulisan saya sebelumnya yakni “Sulit memahami LB PPh 21 DTP” dan “Sekali Lagi tentang SPM PPh 21 masa Desember 2009” ada pertanyaan yang menggelitik yakni :

1. Kalau total PPh 21 DTP dikoreksi berarti jumlah SSP PPh 21 yang disetor + Jumlah SSP PPh 21 DTP tidak sama jumlahnya dengan total PPh 21 yang disetor masa Januari s.d. Nopember 2009 dong ?

2. Kalau PPh 21 DTP dikoreksi, pakah perlu dilakukan pembetulan atas bulan-bulan yang mendapat fasilitas DTP ?

Jawaban :

Untuk menjawab ini saya akan memberikan kasus sebagai berikut:

PT. X-Ray yang bidang usahanya tidak mendapatkan fasilitas PPh 21 DTP, perusahaan ini mempunyai dua orang pegawai yang masing-masing dipotong PPh 21 setiap bulannya adalah Rp. 100.000,-.  Andy bekerja dari Peb s.d. Mei 2009 sedangkan Aly bekerja genap setahun pada tahun 2009, berdasarkan 1721A1 masing-masing diketahui PPh 21 terutang setahun adalah nihil dan Rp. 1.600.000,-

Pertanyaan saya :

1. Berapakah Total PPh 21 yang dipotong dari Karyawan untuk masa  Januari s.d. Desember 2009, lalu berapakah total PPh 21 yang dipotong dari karyawan untuk masa Januari s.d. Nopember 2009 ? Kalau begitu berapakah PPh 21 yang disetor untuk masa Desember 2009 ?

2. Jika PPh 21 terutang setahun Andy adalah nihil, apakah perlu dilakukan pembetulan SPM PPh Pasal 21 masa Peb s.d. Mei 2009 ? Karena PPh terutang setiap bulannya seharusnya adalah Rp. 100.000,- bukan Rp. 200.000,-

Maaf, tolong jawaban Anda atas pertanyaan ini ?

Saya jawab sendiri aja deh….

1. PPh 21 yang dipotong dari karyawan setahun Rp. 2.000.000,- dikurangi PPh 21 LB Rp. 400.000,- maka didapat PPh 21 terutang setahun Rp. 1.600.000,-

Nah begitu pun pada LB PPh 21 DTP, nilainya klop kan ??

Bedanya LB PPh 21 biasa, pemberi kerja berhak meminta kembali kepada negara karena pemberi kerja telah mengembalikan ke karyawan yang bersangkutan. Untuk itu negara mengembalikan ke pemberi kerja melalui mekanisme ke SSP yang belum disetor dengan cara memperhitungkan PPh 21 LB ke PPh 21 karyawan lain atau ke PPh 21 masa berikutnya sehingga tidak mengganggu SSP yang telah disetorkan.

LB PPh 21 DTP, negara telah mengembalilkan ke pemberi kerja setiap bulannya(tidak melakukan penyetoran ke bank/kantor pos) dan pemberi kerja juga sudah mengembalikan LB tersebut setiap bulannya ke karyawan yang bersangkutan(apabila dikembalikan lagi maka karyawan yang bersangkutan menerima insentif pajak dua kali). Dikarenakan 1721 A1 dilaporkan di SPM masa Desember 2009 sementara PPh 21 DTP hanya sampai bulan Nopember 2009 maka LB PPh 21 DTP diperhitungkan terhadap SSP PPh 21 DTP yang telah disetorkan.

2. Pertanyaan kedua tidak perlu dilakukan pembetulan SPM PPh 21 karena memang PPh terutang setiap bulannya adalah Rp. 200.000,- begitu pun kasusnya apabila mendapat fasilitas PPh 21 DTP.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: