Faisal Tax's Blog

Pajak Demi Pembangunan

Kok Tahun Kalender 2012 ? Kok tercetak dua halaman ?

Posted by Faisal, S.Mn. pada 16 Januari 2012


Permasalahan ini sebenarnya bukan permasalah yang baru, tahun kalender tidak sama dengan tahun pajak pada eSPT PPh Pasal 21 khususnya masa Desember, karena eSPT yang saat ini sudah digunakan sejak tahun 2009. Namun tahun ini ternyata masih banyak pertanyaan Wajib Pajak mengenai ini etah memang lupa atau memang belum tahu. eSPT PPh Pasal 21 disetting untuk tahun kalendernya disesuaikan dengan tahun kelender pada komputer yang digunakan, lalau bagaimana ini terjadi ?

Hal ini terjadi karena beberapa Wajib Pajak tidak membuat bukti potong PPh Pasal 21 menggunakan eSPT sehingga eSPT hanya media untuk pelaporan saja atau Wajib Pajak hanya mempunyai pegawai tetap sehingga otomatis kedua kejadian tersebut eSPT masa yang bersangkutan baru dibuat di bulan berikutnya, sebenarnya hal ini tidak masalah ketika masa bersangkutan tahun pajaknya sama dengan tahun kelender (masa Januari s.d. Nopember) tetapi akan menjadi masalah ketika masa yang dilaporkan adalah masa Desember. Kenapa demikian ? sebagai contoh soal masa pelaporan yang kita buat adalah masa Desember 2011 maka jika masa yang bersangkutan kita buat dieSPT-nya baru pada bulan Januari 2012 maka tahun kelender yang tercantum di SPT Induk (1721) adalah tahun kelender 2012.

Keliru kan ini ? tentu keliru, karena yang dilaporkan adalah masa pajak Desember 2011 untuk tahun kalender 2011 bukan 2012.  Lalu bagaimana solusinya ? Solusinya adalah :

  1. Bagi yang sudah terlanjur,  terpaksa menghapus SPT Masa Desember yang baru dibuat lalu ubah sistem kalender di komputer Anda dengan tahun 2011 baru kemudian membuat lagi SPT masa Desember 2011 setelah selesai baru kemudian kembalikan sistem tanggal di komputer sesuai tanggal sebenarnya.
  2. Untuk ke depannya, agar membiasakan membuatkan bukti potong menggunakan eSPT atau mengentry data dieSPT setelah melakukan pembayaran, jangan menundanya ke bulan berikutnya.

Permasalahan kedua, kok bisa tercetak dua halaman sih ? bukannya seharusnya satu halaman ? Lalu apakah yang salah ?

Setelah memperhatikan settingan kertas yang digunakan dieSPT dan settingan kertas pada printer ditemukan suatu kesimpulan bahwa settingan kertas yang digunakan dieSPT adalah folio (hal ini mengacu ke ketentuan perpajakan yang berlaku untuk beberapa formulir diwajibkan menggunakan kertas folio) sementara di sebagian printer yang umumnya digunakan di Indonesia setting default ukuran kertas folio ternyata tidak ada dan sebagian orang juga berpikir ukuran folio adalah ukuran legal padahal ukuran legal lebih panjang satu inci dari ukuran folio, lalu kenapa tetap tercetak dua halaman padahal kertas yang dipilih malah lebih panjang satu inci, persisnya saya sendiri tidak tahu namun saya menduga ukuran kertasnya sudah dikunci diukuran folio sehingga kalau dipilih ukuran yang tidak sama tetap ditolak.

Pada awalnya saya berpikir ukuran kertas diukur dalam satuan inci sehingga ketika menambahkan ukuran kertas Folio (8,5 x 13in) langkah ini seharusnya berhasil tapi kenyataan tidak, lalu bagaimana seharusnya ? Maka yang dapat Anda lakukan adalah menambahkan ukuran kertas F4 pada printer yang Anda gunakan, dengan menambahkan ukuran kertas F4 yakni 215 x 330mm. Semoga Berhasil ! 🙂

Iklan

Satu Tanggapan to “Kok Tahun Kalender 2012 ? Kok tercetak dua halaman ?”

  1. Sarah Zakila said

    Minta tolong untuk dibuatkan contoh surat resmi dari perusahaan ke kantor Pajak… karena

    Di form Faktur Pajak NPWP tertulis : 11.123.456.1—451.000 seharusnya ( 11.123.456.1-451.000).. ada pihak customer yang tidak mau menerima faktur dengan pnulisan yang salah, padahal sebelumnya sudah konfirmasi dengan Pelayanan kantor pajak,, pihak kantor pajak mengatakan itu tidak masalah sampai stok form faktur yang ada telah habis ( stok form faktur di gudang sangat banyak). namun custumer tetap tidak mau menerima, dan setelah konfirmasi dengan pihak kantor pajak.,.. kantor pajak meminta saya membuat surat tsb… surat itu nantinya akan di balas dengan surat sebagai penegasan ke customer itu tidak masalah….

    mohon bantuanya… d tgu segera contoh suratnya….


    ======Faisal========

    Maaf bu Sarah kekuatiran pihak costumer ibu dapat saya pahami, dikuatirkan pemahaman yang tidak sama dengan petugas pajak yang lain. Mungkin petugas pajak yang ibu tanyakan menganggap kesalahan penulisan tersebut tidak akan menimbulkan kesalahan penasfisran dalam faktur pajak sehingga informasi yang ada di faktur pajak ibu menjadi tidak jelas, namun saya pribadi perpendapat daripada akhirnya nanti akan menimbulkan penafsiran yang berbeda sebaiknya faktur pajak ibu diganti. Sebagai referensi ibu bisa membaca surat Direktur Jenderal Pajak nomor S – 714/PJ.5/2001 tanggal 6 Juni 2001.

    Terima Kasih. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: