Faisal Tax's Blog

Pajak Demi Pembangunan

Saat Lain Pembuatan Faktur Pajak

Posted by Faisal, S.Mn. pada 30 Januari 2013


Sejalan dengan Pasal 2 ayat (1) huruf e PER-24/PJ/2012 tentang Tata Cara Pembuatan, Pengisian, Pembetulan, dan Pembatalan Faktur Pajak berikut adalah PMK-238/PMK.03/2012 tentang Saat Lain Pembuatan Faktur Pajak, saat lain ditentukan dalam ketentuan tersebut hanya untuk penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) untuk karateristik tertentu dapat dibuat faktur pajaknya paling lambat pada saat pendapatan dari transaksi tersebut secara keseluruhan dapat dihitung secara pasti/final.

Adapun barang kena pajak karateristik tertentu harus memenuhi syarat :

  1. Harga Jual barang tersebut mengalami fluktuasi yang mengikuti harga standar di pasar domestik atau internasional
  2. Kualitas atau kadar kandungan dapat berubah pada saat proses pengiriman.
  3. Kuantitas, volume atau tonase dapat berubah pada saat proses pengiriman
  4. termasuk juga kosentrat produk pertambangan yang mengandung kadar mineral dan bahan/produk kimia

Selain syarat tersebut di atas dalam perjanjian jual beli tersebut juga yang memuat ketentuan :

  1. Hak memiliki barang tersebut berpindah ke pembeli setelah barang diterima oleh pembeli
  2. Terdapat klausul tentang penyesuaian harga akibat dari perubahan harga jual, kualitas, dan kuantitas barang tersebut.

 

7 Tanggapan to “Saat Lain Pembuatan Faktur Pajak”

  1. Niur said

    Maksudnya untuk Tahun 2013 ini pembuatan faktur pajak nomornya sudah ditetapkan oleh Kantor Pajak???

    =======Faisal========

    Mulai 1 April 2013 ibu niur…

    Terima Kasih.๐Ÿ™‚

  2. kristin said

    maaf pak faisal, saya msh belum mengerti maksudnya. bisa mohon pencerahannya pak. terima kasih. sy tunggu jawabannya pak


    ======Faisal========

    Oh iya bu kristin, mohon maaf saya belum sempat membuat resumenya…

    Terima Kasih.๐Ÿ™‚

  3. Ira said

    Selamat pagi pak Faisal, saya masih bingung mengenai no FP, jika dalam 3 bulan(April,mei,Juni) ada no FP yang belum kita pakai apakah tidak bisa digunakan untuk masa Juli dan selanjutnya..? dan apakah kita harus minta no fp yang baru lagi terkait dengan jatuh tempo permintaan no FP..?


    ========Faisal==========

    Nomor seri faktur pajak sesuai PER-24/PJ/2012 digunakan sehabisnya bu ira, baru ketika akan habis dapat diminta kembali dan nomor seri yang tidak digunakan lagi diakhir tahun dilaporkan bersamaan dengan SPT Masa PPn masa Desember tahun yang bersangkutan.

    Terima Kasih.๐Ÿ™‚

  4. rizqi said

    Selamat pagi pak, mohon pencerahannya.

    Terkait dengan PMK.238/PMK.03/2012, bagaimana seandainya FP telah terlanjur diterbitkan dengan DPP dan deskripsi penjualan sesuai dengan harga jual lama namun ternyata dasar harga jual seharusnya adalah harga jual baru? Apakah kami harus membuat FP baru atas selisihnya ataukah membuat FP pengganti?

    Sesuai dengan contoh pada lampiran PMK.238/PMK.03/2012, hanya diberikan contoh untuk menerbitkan FP atas uang muka. Bagaimana sebaiknya dilakukan atas revisi harga bila telah terlanjur menerbitkan FP sesuai deskripsi pada PO (harga lama) dan ternyata terdapat revisi harga (baik revisi naik atau revisi turun harga)?

    =======Faisal========

    Sebaiknya membuat FP Pengganti saja pak rizqi..

    Terima Kasih.๐Ÿ™‚

  5. Cahaya said

    Selamat Pagi Pak Saya Mau Tanya. Dalam pembuatan Faktur Pajak Jika Alamat Pengiriman Barang Dan Alamat PKP Nya Berbeda Bagaimana Perlakuanya..Dan Untuk Invoicenya AlamatNya Ikut Yang MAna.?

  6. Gatot Prabowo said

    Selamat siang Pak Faisal,

    Jujur saja, saya sangat terbantu dengan aplikasi faktur pajak otomatis dari Bapak. Mohon maaf sebelumnya, kalau boleh tahu, rumus excel apa yang digunakan oleh Bapak agar bisa mencoret Keterangan Nilai BKP/JKP yaitu : Harga Jual / Penggantian / Uang Muka / Termin.

    Mohon pencerahan dari Bapak. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih๐Ÿ™‚

    ========Faisal=========

    Fungsi If pak gatot sesuai kondisi yang diberikan…

    Terima Kasih.๐Ÿ™‚

  7. lina said

    Selamat Pagi Pak Faisal,

    Pak Mau Tanya, Jika Faktur Pajak Masukan (Lengkap/Tidak cacat) sudah kami kreditkan, tetapi oleh penerbit Faktur Pajak tidak dilaporkan di SPT PPN sebagai Faktur Pajak Keluarannya. Apakah kami yang mengkreditkan FP tersebut akan dikenakan sanksi ? jika ada apa dasar aturannya Pak ?

    Mohon penerangannya Pak…

    Terima kasih๐Ÿ™‚

    =======Faisal=========

    Faktur pajak masukan yang tidak dilaporkan penjual yang ditemukan pada saat pemeriksaan tidak dapat dikreditkan
    Pasal 9 ayat (8) huruf i UU PPN bu lina
    Terima Kasih.๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: