Faisal Tax's Blog

Pajak Demi Pembangunan

SPT PPh Pasal 21 Berubah, Why ?

Posted by Faisal, S.Mn. pada 24 Januari 2014


Ribet..ribet.. bete..bete…., wah kenapa mba ? ini loh mas kantor pajak buat aturan perubahan bentuk fomrulir SPT PPh 21 yang baru. Nah kan bagus mba, artinya up to date, gitu loh… Up to date ?? up to you kali mas..hehe. Mba, memangnya piye toh perubahannya, naon atuh ? Begini loh mas, kalau dulu aku kan tinggal lapor aja berapa total pegawai dan berapa pajaknya, klu sekarang yah… harus merinci… hu..hu…ย  Why..why.. bikit ribet aja.. Sabar mba.. sabar mba.. ada kangmas kok di sini..hehe.

Yah itulah sekelumit kemungkinan reaksi atas diterbitkannya PER-14/PJ/2013, bermacam-macam reaksinya, why..why yang lain… Hal ini juga terlihat ketika kami mensosialisasikan peraturan ini ke Wajib Pajak pada Selasa tanggal 7 Januari 2014 kemarin. Hal lain yang masih ingat ketika ada yang mempertanyakan kenapa ketentuan ini berlaku untuk pembetulan, dengan demikian berlaku surut.

Sebenarnya saya sendiri tidak tau pastinya, karena saya bukan pembuat undang-undang… loh emang siape lu..hehe. Namun berdasarkan hasil penerawangan saya, dan hasil pertapaan saya… nah loh.. nah loh ini pegawai pajak apa ahli nujum..hehe.ย  Mengenai kenapa ketentuan berlaku surut hal ini mungkin belum terlihat untuk saat ini. Wah bener nih ahli nujum bisa tau masa depan..hehe. Bukan begitu, begini ketika pembetulan di waktu yang dekat mungkin tidak masalah tetapi bagaimana nanti pembetulan masa November 2013 dan sebelumnya jika dilakukan 4 atau 5 tahun lagi kan repot tuh harus mencari spt yang berlaku pada saat itu, nah ketentuan ini memudahkan sehingga Wajib Pajak tidak perlu repot-repot mencari formulir spt yang lama. Bagaimana? betul kan ?

Menurut saya perubahan fomulir SPT PPh 21 ini mengembalikan ruh-nya PPh Pasal 21 bahwa PPh Pasal 21 adalah kewajiban masa bukan kewajiban tahunan.ย  Klu itu sebenernye udah tau sih, tapi apaan hubungannye ye ? Nah itu dia… Perubahan yang paling mendasar di formulir yang baru dari yang sebelumnya salah satunya adalah adanya kewajiban merinci nama-nama pegawai/penerima pensiun yang penghasilannya di atas PTKP dengan mencantumkan nama, NPWP, penghasilan bruto, dan PPh Pasal 21 terutang pada setiap bulannya, dengan demikian akan terlihat PPh Pasal 21 yang disetorkan setiap bulannya sudah sesuai perhitungan atau belum. Dengan demikian sebenarnya kalau mau dilihat positifnya, hal ini berdampak baik bagi perusahaan atau bagian payroll karena peluang untuk menahan-nahan pajaknya karyawan sampai akhir tahun tidak ada lagi. Bukan begitu ?

Perubahan mendasar yang lain adalah adanya kewajiban mencantumkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk WNI dan Nomor Pasport untuk WNA pada setiap bukti pemotongan PPh Pasal 21/26. Nah lo yang ini untuk apa ? kayaknya kantor pajak iseng amat sih kan susah minta fotokopi KTP pegawai..๐Ÿ˜ฆ Nah untuk yang ini bukan iseng doangan, ini bisa membantu Wajib Pajak loh.. Kok bisa, yang bener ?? Bener dong, dengan memberikan identitas yang valid jika ada pegawai yang bermasalah, misalnya extrimnya melarikan uang perusahaan maka bisa langsung ditelusuri keberadaannya.ย  Iya kan ..hehe. Lagian..lagian kan ga perlu panjang lembar minta dari pegawai, cuma bilang ktp/pasporย  diperlukanย  untuk pelaporan pajak. Dan kalau diterawang lebih jauh lagi, ada manfaat lain lagi loh.. Ini bisa membantu kementerian dalam negeri mendorong WNI agar segera memiliki KTP dan kementerian luar negeri/imigrasiย  membantu agar tidak ada lagi pendatang yang tidak memiliki paspor.

Nah ini perubahan yang kemunginan banyak pendukungnya kaum hawa terutama ibu-ibu.. O gitu, kenapa begitu ? Karena nih di formulir 1721 A1 atau 1721 A2 tidak lagi dicantumkan status kawin hanya dicantumkan status PTKP sehingga buat ibu-ibu yang sudah berkeluarga tidak terlihat lagi karena yang terlihat hanya status PTKP yakni TK/0 sama dengan yang statusnya single. he..he..

Ada pun perubahan lain misalnya dipisahkannya kolom penerima uang pensiun sekaligus dengan penerima pesangon sekaligus hal ini menurut saya, dari sisi positif sekali lagi menghindarkan wajib pajak agar tidak keliru menafsirkan mana yang dimaksud uang pensiun dan mana yang dimaksud pesangon, hal iniย  karena perlakuan tarif untuk pensiun dan pesangon berbeda.

Perubahan berikutnya yakni perubahan bukti potong 1721 A1, yang pertama untuk biaya jabatan tidak dipisah kan lagi seperti dulu yaitu biaya jabatan untuk penghasilan rutin dan biaya jabatan untuk penghasilan tidak rutin. Hal ini dilakukan kemungkinan menurut saya adalah agar wajib pajak tidak menjadi salah tafsir bahwa biaya jabatan maksimal itu bukan untuk masing-masing namun adalahย  jumlah keduanya, bener ga kemarin masih ada yang bertanya-tanya kan ? Yang kedua adalah dihilangkan uraian PPh Pasal 21 yang kurang/(lebih dibayar) hal ini sekali lagi menurut penerawangan saya dikarenakan begitu banyak pertanyaan payroll atau pegawai yang mempertanyakan PPh 21 yang kurang/(lebih) dibayar ini apakah posisi setelah dibayarkan gaji desember atau sebelumnya, sehingga diperjelas bahwa PPh Pasal 21 yang telah dipotong/dilunasi adalah PPh 21 selama setahun yang bersangkutan bekerja.

Lalu perubahan lain lagi adalah dimasukan kembali bukti pemindahbukuan sebagai bukti pelunasan hal ini meluruskan pemahaman kita bahwa dimungkin kan kok pemindahbukuan PPh Pasal 21 tetapi bukan karena kelebihan pemotongan loh tetapi karena kesalahan setornya atau dari pemindahbukuan pajak lain.

Perubahan yang terakhir, seingat saya ya.. kalau salah tolong diingati yah.. ga menggigit kok..hehe. Yaitu dibakukannya form Daftar Biaya, kalau hal ini menurut saya niatnya baik loh menyadarkan wajib pajak sebenarnya ada kewajiban yang belum dilaksanakanย  buat wajib pajak yang tidak wajib SPT Tahunan yakni Daftar Biaya. Karena diketentuan sebelumnya form ini belum ada bantuk bakunya. Jadi ada warning, kalau ada formnya oh ya form ini belum diisi yah.. begitu…

Ok deh sip, mudah-mudahan mba ga bete lagi..

Nah loh mba siapa? mba yang mana?

Kan cuma cerita doangan..hehe

23 Tanggapan to “SPT PPh Pasal 21 Berubah, Why ?”

  1. tunata_jeep said

    Sore pak faisal,ย 

    Saya pengen tanya, kenapa pph 21 2014 release versi 2.1 belum juga bisa print semua ke sptnya ya…….apa solusinya???

    Terimakasih

    Putu

    Terkirim dari Samsung Mobile

    =======Faisal=========

    Bisa kok pak putu kemungkinan file crystall reportnya belum terinstall dengan baik.

    Terima Kasih.๐Ÿ™‚

    • Ayon S said

      “print semua ke sptnya” apa maksudnya ? Apa yang dimaksud daftar bukti potong ?

      =======Faisal========

      Mungkin untuk mencetak bukti potong sekaligus, memang untuk versi 2.1 belum bisa dilakukan pak ayon.. Mudah-mudahan ada perbaikan ke depannya.

      Terima Kasih.๐Ÿ™‚

  2. Ayon S said

    Ngeprint bukti potongnya apa harus satu satu ini Pak, repot ini kalau jumlah bukti potongnya banyak.


    =======Faisal========

    Memang agak repok pak ayon tetapi memang belum ada menu mencetak sekaligus bukti potongnya..

    Terima Kasih.๐Ÿ™‚

  3. Julia said

    Pak Faisal,
    Mau tanya kenapa aturan selalu berganti?
    Kalau ada bincang pajak di radio petugas pajak selalu mengatakan akan memberi efek jera kepada wajib pajak, bagi orang kecil seperti saya ini denger efek jera saja sudah ngeri, padahal maling uang negara juga tidak.Sayangnya siaran tidak on air jadi tidak ada kesempatan untuk bertanya, bisanya hanya pasrah.
    Sekarang negara kita banyak orang kaya baru menengah atas, kenapa jumlah WP kok tidak bertambah secara signifikan?
    Apa ada yang salah? Kenapa kami yg sudah membayar pajak dengan baik, taat aturan kok malah ditakuti?
    Saya sebagai wajib pajak mengusulkan extensifikasi WP baru
    Saya usul juga bagi WP yang omzetnya <48M per tahun diberi kesempatan untuk BOLEH MEMILIH TIDAK MASUK PP Nomor 46 tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan untuk UMKM.Untuk PPH PASAL 22 IMPORT BISA DIPINDAHBUKUKAN.
    Terimakasih mudah2an uneg2 saya diterima sebagai masukan. Semoga banyak warga negara yg sadar mau bayar pajak dan uangnya jelas, bukan dikorupsi.

    regards,
    Julia

    ======Faisal========

    Bu julia, alasan sebuah ketentuan berubah tidak bisa digeneralisir karena bisa jadi yang melatar belakangi berubahnya ketentuan tersebut bisa jadi tidak sama. Mungkin ada beberapa ketentuan yang memang berubah untuk meningkatakan penerimaan pajak namun ada juga yang malah sebaliknya, ada juga mengikuti meningkatnya biaya hidup, ada juga untuk menghilangkan duplikasi pajak, bermacam-macam kok bu..
    Pada dasarnya ketentuan berubah tidak ingin menyulitkan wajib pajak namun ingin menyederhanakan perhitungan dan pelaporan, bisa juga menjaring wajib pajak yang belum membayar pajak sesuai kondisi yang sebenarnya.
    Efek jera mengenai apa bu ? Kalau mengenai sanksi kan hanya untuk wajib pajak yang tidak menjalankan kewajiban perpajakan atau menjalankan kewajiban perpajakannya namun belum sesuai kondisi sebenarnya, buat ibu yang sudah menjalankan kewajiban perpajakan secara baik kenapa harus kuatir. Untuk siaran radio saya tidak mengerti ibu tetapi memang pernah saya ikut sekali disebuah stasiun swasta, kalau saat itu on air line telpon tidak dibuka kemungkinan karena kita juga terikat oleh durasi siaran bu yang tentunya ada biaya bu.. Kalau memang ingin menyampaikan sesuatu atau bertanya sesuatu ibu bisa kok menghubungi Kring Pajak 500200.
    Kalau peningkatan jumlah wajib pajak orang pribadi maaf ibu saya tidak mengetahuinya karena memang bukan di kpp pratama.
    Mengenai pilihan(options) perlakukan PP 46 Tahun 2013 terkait adanya PPh 22 Impor, maaf ibu PPh 22 Impor sesuai SE-42/PJ/2013 dapat diajukan pengembalian atau ibu kreditkan di SPT Tahunan kok..
    Amin, itu juga harapan kami bu.. Terima kasih atas masukannya.

    Terima Kasih.๐Ÿ™‚

    • Julia said

      Dear Pak Faisal,
      Terima kasih sudah di response, mau tanya lagi Pak, kami UKM dengan pegawai cuma 5 orang, tentunya laporannya pakai hard copy, formulir PPh21 apa saja yg harus kami laporkan setiap bulannya?
      Terima kasih
      Julia

      =======Faisal=======

      1721 Induk dan 1721 I bulanan saja ibu, apabila ada PPh Pasal 21 terutang maka juga dilampiri SSP lembar ke-3

      Terima Kasih.๐Ÿ™‚

      • Julia said

        Baik Pak Faisal, terimakasih

        ======Faisal=======

        Sama-sama bu Julia..

        Terima Kasih.๐Ÿ™‚

      • afdhal said

        yth. pak faisal,

        bagaimana cara mencetak form 1721-I, bukankan form tsb harus dilampirkan setiap bulan?
        saya tidak menemukan tombol cetak pada jendela “daftar pemotongan pajak bulanan”.
        terimakasih.


        ======Faisal=======

        Ketika espt tidak perlu dilampirkan pak afdhal hanya induknya saja, karena kan bapak tidak mungkin bisa mengisi induk kalau lampirannya tidak diisi.

        Terima Kasih.๐Ÿ™‚

  4. Nugroho Prabowo said

    Pagi Pak Faisal,

    Pak mau tanya, jika di 1 perusahaan ada pegawai yang pindah alamat rumah apakah harus ganti no npwp nya juga atau hanya ganti alamat saja tetapi no npwp nya sama? Jika si pegawai ganti npwp berarti si pegawai akan menerima dua bukti pemotongan di akhir tahun ya Pak (1721-A1)

    Trims

    ======Faisal========

    Iya pak nugroho alamat sesuai yang terakhir yang dicantumkan, kalau seandaiknya yang bersangkutan mengubah NPWP pada alamatnya maka bukti potongnya tetap satu sesuai dengan NPWP terakhir.

    Terima Kasih.๐Ÿ™‚

  5. noni702 said

    Dear P’Faisal..
    Mau tanya..
    kalau utk karyawan yang belum memiliki NPWP bagaimana ya? krn di e-spt pph psl 21 th 2014 tidak bisa di input di data pemotongan pajak kalau tidak ada npwpnya.. (maaf msh belajar)
    trus kalau pegawai tetap tetapi juga dapat honor diluar gaji bulanannya yg langsung di potong PPh final… gmana pelaporan tiap bulannya.. nanti ketika di akhir tahun kan akan di hitung ulang lagi ya pak..


    ======Faisal=======

    Ibu noni bekerja di Instansi Pemerintah ? Bisa kok bu cantumkan saja angka 0(nul) 15 digit..
    Kalau penghasilannya final tidak bu, hanya pemotongan setiap bulan yang dihitung ulang penghasilan bulanannya..
    Tidak apa-apa bu, saya juga masih banyak belajar…

    Terima Kasih.๐Ÿ™‚

  6. Edward said

    siang Pak Faisal…! bagaimana cara up date PPh 21 dari V 2.0 ke V 2.1 ?


    ======Faisal=======

    Selamat siang pak edward.. tinggal eksekusi file patch updatenya saja pak..

    Terima Kasih.๐Ÿ™‚

  7. KIKI said

    pak, mau tanya ya pak…
    1. jika pegawai penghasilannya dibwh PTKP, maka di 1721-I hanya diinput jumlah orangnya dan total penghasilannya kan pak?
    2. npwp diinput 0 15x tidak bisa pak, gimana?
    3. setelah input ssp, knp waktu disimpan keluar pesan error ya pak? tapi bisa tersimpan.
    terimaksih ya pak. sehat selalu


    =======Faisal========

    1. Iya bu kiki
    2. Bisa kok, ibu yang versi 2.1 kan..
    3. ada data yang belum komplit mungkin bu?, ntpnya benar sudah 16 digit ?

    Terima Kasih.๐Ÿ™‚

  8. winda said

    Selamat siang pak…
    Jika perusahaan dengan jmlh krywan tetap 12 org (pemotongan hanya utk 2 org krywan) dan krywn tdk tetap/harian lepas 10 org. Apa wajib menggunakan eSPT 21 pak?
    Jika wajib, cara input dieSPT utk krywan harian lepasnya bagaimana pak…?
    (ma’af masih bingung)
    Karyawan tidak tetap belum mempunyai NPWP dan tidak ada pemotongan.
    Terima kasih pak sebelumnya….


    =======Faisal========

    Daftar bukti potong tidak final bu winda..
    Wajib menggunakan eSPT atau tidak dilihat dari jumlah bukti pemotongan masing-masing kategori pegawai bu winda dan/atau jumlah ssp/pbk..

    Terima Kasih.๐Ÿ™‚

    • winda said

      Berarti wajib menggunakan eSPT pak..?

      ========Faisal========

      Kalau dari contoh ibu sepertinya tidak karena walaupun jumlah totalnya 22 orang tapi jumlah masing-masing tidak sampai 20 orang dan jumlah bukti pemotongannya hanya 2 orang maka tidak wajib eSPT.

      Terima Kasih.๐Ÿ™‚

  9. Ayon S said

    Selamat siang Pak Faisal,
    Tentang penandatangan Bukti Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 Final dan Tidak Final, sebenarnya mana yang benar ? Apakah mengikuti eSPT Versi 2.1 langsung berisi NPWP dan Nama Perusahaan atau diganti dengan NPWP dan Nama Pimpinan perusahaan yang menandatangani Bukti Pemotongan PPh tersebut ? Mohon pencerahannya. Terima kasih.

    ========Faisal========

    Dilampiran PER-14/PJ/2013 disebutkan bahwa untuk data tersebut diisi NPWP dan Nama yang menandatangani bukti potong pak ayon namun sepertinya untuk bukti potong selain 1721 A1/A2 dan wajib pajak badan hal ini kurang tepat karena kalau diisi npwp dan nama penandatangan bukti potong (pimpinan perusahaan) tidak terlihat dimana yang bersangkutan bekerja (pemberi kerja/Wajib Pajak), oleh karena itu pada versi v.2.2 diperbaiki sehingga kolom ini otomatis terisi dengan NPWP dan Nama Wajib Pajak. Saran saya silahkan upgrade eSPT PPh Pasal 21 ke versi 2.2 pak ayon..

    Terima Kasih.๐Ÿ™‚

  10. kristin said

    Siang Pak Faisal,

    Saya bekerja di broker asuransi, ada saatnya saya berbagi komisi dengan agen asuransi. Yang saya ingin tanyakan, benarkah jika agen asuransi tsb kami potong pajak pph pasal 21 sebesar 2% ?
    mohon penjelasannya jika saya salah.
    terima kasih.


    =======Faisal========

    Tarif PPh Pasal 21 tidak ada yang 2% bu kristin… komisi yang dibagikan perbulan dan berkesinambungan atau bagaimana bu?

    Terima Kasih.๐Ÿ™‚

    • kristin said

      komisinya diberikan hanya saat terjadi penutupan asuransi pak, belum tentu tiap bulan alias tidak rutin…
      jika bukan 2% lalu dikenakan tarif brp pak?
      mohon penjelasannya lagi pak.
      terima kasih


      =======Faisal=======

      Masuk ke obyek PPh Pasal 21 bu kristin, tarif progresif pasal 17 UU PPh..

      Terima Kasih.๐Ÿ™‚

  11. Anna said

    siang pak, bisa minta kertas kerja 1721 I Bulanan untuk 2015..terimkasih..saya sebelumnya sangat terbantu dengan aplikasi tersebut

    =====Faisal=========

    Sudah saya email bu Anna…

    Terima Kasih.๐Ÿ™‚

  12. Dardjo said

    selamat sore pak,sebelumnya terima kasih atas program pph 21 yang bapak buat , tapi seiring perubahan PTKP , bagaimana merubah diprogram pph 21 bapak.makasih


    =======Faisal=======

    Maaf pak Dardjo pada kertas kerja perhitungan PPPh Pasal 21 untuk perubahan tarif dan PTKP memang hanya saya yang dapat mengubahnya…

    Terima Kasih.๐Ÿ™‚

  13. Lies said

    Selamat pagi, Pak.
    Bagaimana caranya untuk mendapatkan penghitungan pasal 21 dengan PTKP baru ( 2015 )
    Terima kasih.

    =======Faisal==========

    Ada di kolom Download bu lies, tetapi saya sudah email ke alamat email ibu…

    Terima Kasih.๐Ÿ™‚

  14. Selamat Sore pak Faisal
    Pak mau tanya jika PPh Pasal 21 yang telah di laporkan per karyawan terjadi lebih bayar tetapi di gabungan terjadi kurang bayar??apakah masa di desember yang lebih bayar tetap di laporkan di PPh Bulan desember dengan posisi bruto 0 dan PPh minus (-)??
    dengan contoh :
    ANGGAR WIDIYATMOKO S.HUT : PPh desember 1.000.000
    SUKASNO : PPh desember (500.000)
    —————— –
    500.000
    dan yang di laporkan an sukasno apakah dengan bruto 0 dengan pph -500.000 jika orang tersebut sudah pindah/pensiun.

    Regards,
    Prasetyo

    =========Faisal===========
    Untuk masa Desember 1721 I ada dua, pertama untuk masa Desembernya saja yang kedua untuk selama setahun misalnya Anggar bekerja Jan s.d. Des 2015 penghasilan bruto Des 5juta dan PPh terutang 1juta dan penghasilan bruto setahun 60 juta PPh terutang 12juta sedangkan Sukasno bekerja dari Jan s.d. Juni 2015 penghasilan bruto setahun 30juta terutang 5,5juta maka dipelaporan bulanan 1721 I pak Anggar penghasilan bruto 5juta dan PPh terutang 1juta sedangkan pak Sukasno tidak ada kemudian dipelaporan 1721 I Tahunan pak anggar bruto 60juta dan PPh terutang 12 juta sengkan pak sukasno di pengh bruto 30juta dan PPh terutang 5,5juta.
    Kelebihan potong dan setor pak sukasno 500rb diperhitungkan dengan pegawai lain sehingga akan terlihat akhirnya di SPT Induk 1721 pak Wibowo..
    Demikian, semoga menjadi lebih jelas.

    Terima Kasih.๐Ÿ™‚

    • Kepada pak Faisal, terimakasi atas penjelasannya,
      saya masih agak belum paham pak, kalau sukasno tidak saya laporkan di 1721 I Bulanan maka terjadi kurang setor 1.000.000, sedangkan jika saya laporkan sukasno di 1721 I bulanan maka induknya menjadi kurang bayar 500.000, tetapi dengan asumsi sukasno bruto 0 dan pph (500.000).

      Terimakasi pak


      =========Faisal===========

      1721 I bulanan diperuntuk untuk pelaporan pegawai yang menerima penghasilan pada bulan tersebut pak wibowo, sementara dalam kasusu Bapak pak Sukasno pada bulan Desember sudah tidak lagi menerima penghasilan, mengenai minus 500rb seharusnya dilaporkan di masa yang bersangkutan berhenti bekerja atau pensiun. Jika asumsinya pak Sukanso berhenti bekerja pada bulan Juni 2015 maka untuk memperhitungkan minusnya Bapak melakukan pembetulan pada SPT PPh Pasal 21 masa pajak Juni 2015.

      Terima Kasih.๐Ÿ™‚

      • Kepada Pak Faisal

        Saya sudah mengerti pak, trimakasi pak atas keterangannya, sangat bermanfaat bagi saya.

        ========Faisal===========

        Sama-sama pak prasetyo…

        Terima Kasih.๐Ÿ™‚

  15. kepada bpk faisal..

    “Jakarta, 13/04/2016 Kemenkeu – Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyetujui usulan pemerintah untuk menaikkan Penerimaan Tidak Kena Pajak (PTKP) sebesar 50 persen pada tahun 2016. Dengan demikian, besaran PTKP untuk tahun 2016 menjadi Rp54 juta per tahun, atau Rp4,5 juta per bulan.”

    apakah benar informasi tersebut?
    apakah ada kertas kerja sesuai ptkp baru diatas?

    semoga sehat selalu.. terima kasih.

    =========Faisal=========

    Ditunggu saja pak Qomar.. Nanti kalau sudah ada ketentuannya akan saya seusiakan dan upload, insya Alloh..

    Terima Kasih.๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: