Faisal Tax's Blog

Pajak Demi Pembangunan

E-Faktur dengan Faktur Pajak apa bedanya??

Posted by Faisal, S.Mn. pada 5 Desember 2014


e-fakturSebelum berbicara perbedaannya mari kita pelajari dulu ketentuan yang menjadi dasar hukum e-faktur yaitu:

  1. PER-16.PJ.2014  tentang Faktur Pajak Elektronik dan Lampiran
  2. PER-17.PJ.2014 tentang Perubahan PER-24/PJ/2012 tentang Faktur Pajak dan Lampirannya

Nah sekarang kita sudah dapat referensinya, mari kita lihat bersama perbedaannya:

  1. e-faktur harus dalam rupiah, sehingga tidak dibedakan lagi faktur pajak dengan faktur pajak valas sehingga e-faktur hanya tercermin dalam nilai rupiah sedangkan faktur pajak valas mencantumkan nilai transaksi dalam mata uang asing dan dalam mata uang rupiah;
  2. Tanggal e-faktur adalah tanggal sesuai kapan PKP mengupload e-faktur tersebut ke server DJP sedangkan tanggal faktur pajak adalah tanggal yang dicantumkan PKP ketika membuat faktur pajak;
  3. e-Faktur pembeli atau pemakai jasa penerima faktur pajak langsung dapat mengetahui faktur pajak yang diterima apakah sudah mendapat persetujuan DJP atau tidak karena dengan mebaca QR Code maka akan terhubung ke link yang memberikan rincian transaksi yang sudah dilakukan sedangkan faktur pajak tidak;
  4. e-Faktur tidak harus dicetak dalam bentuk hardkopi sedangkan faktur pajak harus dicetak dalam bentuk hardkopi;
  5. e-Faktur tandatangannya adalah tandatangan elektronik sedangkan faktur pajak adalah tanda tangan basah;
  6. e-Faktur pembuatan dan pencetakan menggunakan sistem DJP sehingga tidak memungkinkan lagi menggabungkan invoice(faktur penjualan) dengan faktur pajak (e-faktur), hal ini kemungkinan karena nomor invoice masing-masing PKP bisa jadi berbeda dan tidak dimungkinkan untuk mengakomodir semuanya.

Nah menurut saya itulah perbedaannya… Rekan-rekan ada yang melihat perbedaan lain silahkan ditambahkan…🙂

Perubahan tersebut memberikan keamanan dan kepastian baik kepada pembeli/pemakai jasa atau kepada penjual/pemberi jasa serta memberikan keunggulan lain, seperti:

  1. Hanya PKP yang bersangkutan dapat mencetak faktur pajaknya karena hanya yang punya sertifikasi digital lah yang dapat terhubung ke server DJP;
  2. Pembeli/pemakai jasa dapat langsung mengecek keabsahan faktur pajak yang diterima dengan cara melakukan scan QR code maka akan didapati link yang memberikan rincian faktur pajak tersebut;
  3. Kepastian transaksi, karena faktur penaggalannya adalah otomatsi sehingga tanggal faktur pajak tidak bisa lagi dibuat sesuka PKP;
  4. Aplikasi e-faktur dapat berkerja dalam jaringan sehingga bisa digunakan untuk beberapa user sekaligus, manager user dapat membatasi hak akses masing-masing user sehingga pekerjaan dapat dikerjakan lebih cepat dan terkontrol;
  5. Paperless sekaligus inkless, karena e-faktur tidak wajib untuk dicetak dan ditandatangani basah;

Satu Tanggapan to “E-Faktur dengan Faktur Pajak apa bedanya??”

  1. zian ambar said

    Pak Faisal…, saya mau tanya.., dengan adanya efaktur Pajak ini apakah Pelaporan PPN kurang bayar masih menggunakan eSPT PPN 1111..??, selama ini kita membuat Faktur pajak yg tdk ada NPWP nya,jadi kita membuat faktur pajaknya hanya mencantumkan Nama Pembeli.., untuk eFaktur Pajak ini apakah masih bisa membuat Faktur pajak dgn tidak mencantumkan NPWP Pembeli..?, terima kasih atas jawabannya…!


    ========Faisal=======

    Tidak lagi bu zian, tetapi dengan e-faktur.. Sama saja ibu soal FP yang identitas pembelinya tidak lengkap dapat dibuat dengan e-faktur..

    Terima Kasih.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: