Faisal Tax's Blog

Pajak Demi Pembangunan

Archive for the ‘eSPT, e-Filing, eNPWP, dan e-Registration’ Category

Tulisan tentang eSPT, eFiling, dan eNPWP

Pindah KPP Nih !

Posted by Faisal, S.Mn. pada 30 Maret 2012

Telah diterbitkan keputusan tentang perpindahan Wajib Paka melalaui Keputusan Direktur Jenderal Pajak nomor KEP-26/PJ/2012 dan KEP-27/PJ/2012 yang berlaku mulai 01 April 2012. Setiap kebijakan ternyata memang ada yang pro dan kontra begitu pun Wajib Pajak ada yang senang atau pun yang tidak dengan ditetapkan sebagaiWajib Pajak yang dipindahkan tempat terdaftarnya secara jabatan.

Beberapa ketentuan dalam PER-6/PJ/2012 dan lampiran XIIyang perlu diketahui bagi Wajib Pajak yang dipindahkan yang perlu diketahui :

  • Formulir Perpajakan Selain Faktur Pajak dan Bukti Pemotongan/ Pemungutan.
    1. Wajib Pajak wajib menggunakan Formulir Perpajakan Baru.
    2. Wajib Pajak masih dapat menggunakan Formulir Perpajakan Lama setelah diberlakukannya Surat Keterangan Terdaftar, sampai dengan Formulir Perpajakan Lama tersebut habis atau paling lama 3 (tiga) bulan sejak tanggal SMT.
    3. Penggunaan Formulir Perpajakan Lama sebagaimana dimaksud pada butir A angka 2 dilakukan dengan mengganti kode KPP pada NPWP yang tertera dalam Formulir Perpajakan Lama.
    4. Penggantian kode KPP pada NPWP sebagaimana dimaksud pada butir A angka 3 dilakukan dengan menambahkan kode KPP Baru di atas atau di bawah kode KPP Lama dengan mencoret kode KPP lama pada NPWP yang tercantum dalam seluruh lembar SPT sedemikian rupa sehingga Kode KPP Lama masih tetap dapat terbaca.
  • Faktur Pajak
    1. Pengusaha Kena Pajak wajib menggunakan NPWP KPP Baru sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan melanjutkan nomor urut Faktur Pajak Lama.
    2. Pengusaha Kena Pajak masih dapat menggunakan formulir Faktur Pajak Lama paling lama 3 (tiga) bulan sejak tanggal SMT.
    3. Penggunaan formulir Faktur Pajak Lama sebagaimana dimaksud pada butir B angka 2 dilakukan dengan cara menambahkan kode KPP Baru di atas atau di bawah kode KPP Lama pada kolom NPWP Lama dengan cara ditulis sedemikian rupa tanpa coretan atau koreksi apapun yang dapat mengakibatkan Faktur Pajak menjadi cacat.
    4. Faktur Pajak yang diterbitkan oleh Pengusaha Kena Pajak atau diterima oleh Pengusaha Kena Pajak dari penjual sampai dengan 3 (tiga) bulan sejak tanggal SMT dan masih menggunakan NPWP Lama, tetap dianggap sah sepanjang memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, dan bagi pembeli yang menggunakan Faktur Pajak tersebut tetap dapat mengkreditkan PPN yang tercantum pada Faktur Pajak tersebut sepanjang memenuhi ketentuan sebagai Pajak Masukan yang dapat dikreditkan.
  • Bukti Pemotongan/Pemungutan
    1. Penggunaan formulir Bukti Pemotongan/Pemungutan yang telah dicetak dan belum digunakan serta penerbitan Bukti Pemotongan/Pemungutan oleh Wajib Pajak sebagai pemotong/pemungut pajak, diatur sebagai berikut:
      1. Wajib Pajak masih dapat menggunakan formulir Bukti Pemotongan/Pemungutan paling lama 3 (tiga) bulan sejak tanggal SMT.
      2. Penggunaan formulir Bukti Pemotongan/Pemungutan tersebut dilakukan dengan cara menambahkan kode KPP Baru, di atas atau di bawah kode KPP Lama pada kolom NPWP Lama pemotong pajak, dengan cara diketik tanpa coretan atau koreksi apapun.
    2. Bukti Pemotongan/Pemungutan atas objek pemotongan dan pemungutan PPh oleh yang masih menggunakan NPWP Lama, baik yang diterbitkan sebagai Wajib Pajak pemotong pajak maupun Wajib Pajak yang dipotong pajak, tetap dianggap sah sepanjang memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan sampai dengan 3 (tiga) bulan sejak tanggal SMT.

Pengguna eSPT

Bagi yang menggunakan eSPT silahkan langsung mengubah kode KPP lama menjadi kode KPP Baru, diubah di profile wajib pajak namun bagi kode KPP yang belum ada di database eSPT agar menambahkan dahulu di di menu utility referensi Kantor Pelayanan Pajak(KPP). Untuk eSPT Tahunan Badan silahkan menggunakan eSPT Tahunan Badan 2010 atau menambahkan database baru seperti penggunaan eSPT untuk beberapa NPWP.

Posted in eSPT, e-Filing, eNPWP, dan e-Registration, PPh Pasal 23/26, PPN/PPnBM | Dengan kaitkata: , | 9 Comments »

Eh ada e-filing !

Posted by Faisal, S.Mn. pada 21 Februari 2012

Ada kabar gembira nih buat karyawan/karyawati yang mau melaporkan SPT Tahunannya 1770 S/1770 SS tahun pajak 2011 Direktorat Jenderal Pajak menyediakan fasilitas pelaporan secara online melalui situs http://www.pajak.go.id/

Nah Bapak/Ibu/mas/mba dapat mengunjungi https://efiling.pajak.go.id namun sebelumnya Bapak/Ibu/mas/mba  dapat mengunjungi kantor pajak terdekat untuk mendapatkan nomor e-fin dengan membawa kartu identitas (KTP) dan kartu NPWP, selanjutnya kantor pajak terdekat akan langsung memberikan nomor e-fin.

Setelah mendapatkan nomor e-fin Bapak/Ibu/mas/mba dapat melakukan registrasi secara online melalui https://efiling.pajak.go.id dengan syarat Bapak/Ibu/mas/mba mempunyai email karena aktivasi, kode verifikasi, dan tanda terima SPT akan dikirim via email.

Begitu mudahnya e-filing karena dapat dikerjakan di kantor atau di rumah dengan syarat jaringan komputer terhubung dengan internet, dan pengisian dilakukan secara bertahap dan setiap tahap diberikan petunjuk secara jelas. Tidak perlu antri lagi di kantor pajak atau drop box karena dapat dilakukan di rumah 24 jam, praktis kan !

Oke deh langsung aja berikut petunjuk manual registrasi e-filing dan pelaporan SPT 1770 S….

  1. Registrasi e-Fin
  2. Pelaporan 1770 S melalui e-Filing (apabila tulisannya terlalu lama tampil di monitor komputer Bapak/Ibu/mas/mba sebaiknya di save dengan cara klik kanan pilih save target as)

Posted in eSPT, e-Filing, eNPWP, dan e-Registration | Dengan kaitkata: , , , , | 4 Comments »

Faktur Pajak Pengganti

Posted by Faisal, S.Mn. pada 16 Januari 2012

Sudah salah diperbaiki ternyata salah lagi… Kok bisa ? Merasa sudah tahu sehingga tidak perlu bertanya lagi atau mendapat info yang keliru.. Ya.. tulisan ini dibuat agar tidak terjadi kekeliruan lagi.

Ada dua perlakukan faktur pajak pengganti :

  1. Kesalahan di nomor urut faktur pajak
  2. Kesalahan selain nomor urut, seperti identitas pembeli/pemakai jasa, nilai transaksi baik uraian barang/jasa, DPP, atau PPN-nya,  transaksi yang digunakan rupiah atau dollar , nilai jual,  nilai pengganti

maka dua kondisi diterapkan perlakukan yang berbeda, untuk kondisi yang pertama faktur pajak pengganti yang akan diterbitkan menggunakan nomor urut dan tanggal seharusnya, contoh kasusnya misalnya :

PT Sumber rezeki menerbitkan faktur pajak pada tanggal 2 Januari 2012 kepada PT Kaleng Grondangan dengan nomor seri faktur pajak 010.000-12.00000435 diketahui pada tanggal 16 Januari 2012 nomor faktur pajak seharusnya dimulai lagi dengan nomor urut 1 sesuai diatur di PER-13/PJ/2010 stdtd PER-65/PJ/2010 faktur pajak pada awal tahun dimulai lagi dari nomor pertama.  Maka segera perbaiki faktur pajak ini dengan membuat faktur pajak baru yakni faktur pajak pengganti karena apabila timbul pemeriksaan maka faktur pajak ini dianggap cacat. Untuk itu pada tanggal 16 Januari 2012 PT Sumber Rezeki menerbitkan faktur pajak pengganti dengan nomor seri 011.000-12.00000001 dengan tanggal yang sama dengan faktur pajak yang diganti yakni tanggal 2 Januari 2012, ada pun inilah Contoh Faktur Pajak Pengganti Salah nomor Urut  untuk kasus ini.

Sedangkan untuk kondisi yang kedua maka diterbitkan faktur pajak baru berupa faktur pajak pengganti dengan memperbaiki kesalahan yang terjadi kemudian membuat nomor urut sesuai nomor urut yang terakhir akan digunakan dan tanggal kapan faktur pajak tersebut diterbitkan. Agar lebih jelas berikut contoh kasusnya :

Pada tanggal 30 Nopember 2011 PT Sumber Rezeki menerbitkan faktur pajak kepada PT Adam Bener dengan nomor seri faktur pajak 010.000-11.00000317 tetapi ternyata di tanggal 11 Januari 2012 diketahui terjadi kesalahan nilai transaksi karena tercantum DPP & PPN masing-masing adalah Rp 2.000.000,-  & Rp 200.000,- yang seharusnya masing-masing DPP dan PPN-nya adalah Rp 1.500.000,- & Rp 150.000,- sehingga dibuat faktur pajak pengganti dengan nomor urut pada tanggal 11 Januari 2012 yakni 16 sehingga nomor seri faktur pajak penggatinya adalah 011.000-12.00000016 dan tanggal faktur pajak penggati adalah tanggal diterbitkan faktur pajak penggati yakni tanggal 11 Januari 2012. Ada pun inilah Contoh Faktur Pajak Pengganti Salah Selain Nomor Urut  untuk kasus ini.  Atas faktur pajak pengganti ini dilaporkan dalam pembetulan SPT Masa PPN masa Nopember 2011 sedangkan untuk masa Januari 2012 faktur pajak pengganti ini juga dilaporkan dengan DPP dan PPN nihil (nul).

Contoh kasus kedua.

PT A melakukan 4(empat) kali transaksi dengan PT B dibulan September 2011 yakni tanggal 5, 15, 20, dan 27 Sepptember 2011 dengan total nilai transaksi Rp 200juta dan PPN-nya adalah Rp 20 juta maka dibuatlah faktur pajak tanggal 27 September 2011 dengan nomor seri 010.000-11.00000217 tanggal faktur pajak 27 September 2011 kemudian pada tanggal 16 Januari 2012 baru diketahui bahwa untuk transaksi tanggal 5 dan 15 September 2011 menggunakan mata uang asing US Dollar maka untuk kasus ini diterbitkanlah dua faktur pajak pengganti yakni untuk tanggal 5 dan 15 September 2011 dengan nomor seri 011.000-12.00000008 dengan nilai DPP USD 2 ribu dan PPN US $ 200.-  (Kurs. KMK berlaku tanggal tersebut untuk USD misalnya $ 1 USD = Rp 1.000,00) dan faktur pajak penggati nomor seri 011.000-12.00000009 dengan DPP Rp 10juta dan PPN Rp 1juta dengan tanggal faktur pajak penggati yang sama yakni tanggal 16 Januari 2012.

Hal lain yang perlu diperhatikan :

  1. Faktur Pajak pengganti mencantumkan nomor seri dan tanggal faktur pajak yang diganti.
  2. Digit ketiga pada nomor seri faktur pajak adalah kode faktur pajak 0 untuk faktur pajak 1 untuk faktur pajak penggati.
  3. Digit ketujuh dan kedelapan adalah kode tahun pembuatan faktur pajak
  4. Untuk transaksi menggunakan mata uang asing maka faktur pajak yang digunakan bukan faktur pajak yang biasa digunakan apabila menggunakan mata uang rupiah (sesuai Lampiran 1 A dari PER-13/PJ/2010) melainkan diterbitkan adalah faktur pajak menggunakan mata uang asing yakni Faktur Pajak Valas sesuai yang ada di Lampiran I B PER-13/PJ/2010 dan mata uang yang dicatumkan sesuai mata uang yang digunakan dalam transaksi tersebut.

Catatan 27-11-2012 :

Untuk faktur pajak pengganti yang diterbitkan setelah tahun pajak berganti di eSPT PPN 1111 tidak dapat diinput karena akan muncul comment tahun pembuatan faktur pajak tidak boleh melebihi dari tahun pelaporan, contoh kasus faktur pajak penggati yang diterbitkan Nopember 2012 untuk menggantikan faktur pajak yang diterbitkan Agustus 2011 maka ketika diinput di pembetulan masa Agustus 2011 akan muncul comment seperti ini :

 

 

 

 

 

 

Untuk itu tahun pembuatan faktur pajak pengganti pada nomor seri faktur pajak pengganti sementara diinput sesuai tahun pelaporan misalnya  nomor seri faktur pajak pengganti seharusnya adalah 011.000-12.00055555 maka diinput ke eSPT pembetulan masa Agustus 2011 menjadi 011.000-11.00055555  sementara itu tanggal faktur pajak pengganti tetap diinput sesuai tanggal diterbitkannya faktur pajak pengganti misalnya 27-11-2012 sampai ada perbaikan eSPT PPN 1111.

Posted in eSPT, e-Filing, eNPWP, dan e-Registration, PPN/PPnBM | Dengan kaitkata: , , | 115 Comments »

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 887 pengikut lainnya.