Faisal Tax's Blog

Pajak Demi Pembangunan

Archive for the ‘PPh Pasal 21/26’ Category

Tulisan tentang PPh Pasal 21/26

PTKP 2016

Posted by Faisal, S.Mn. pada 30 Juni 2016

Telah diterbitkan PTKP yang berlaku mulai 2016, yakni:

  1. PMK-101/PMK.010/2016
  2. PMK-102/PMK.010/2016

Berikut contoh kertas kerja PPh Pasal 21 untuk karyawan swasta dan pensiunan yang menerima penghasilan rutin setiap bulan. (klik disini)

Posted in PPh Orang Pribadi, PPh Pasal 21/26 | Dengan kaitkata: , | 29 Comments »

Awal Tahun ya.. Kesibukan Pembayar Gaji..

Posted by Faisal, S.Mn. pada 21 Januari 2016

IMG_5993Tahun 2015 telah berakhir, kini kita telah beranjak di tahun 2016… Pada umumnya diawal tahun kita biasanya menghela napas dahuu baru kemudian mengevaluasi tahun lalu kemudian membuat rencana di atahun depan tetapi tidak bagi bendhara pembayar gaji baik di perusahaan swasta atau pun di instansi pemerintah ada kesibukan yang berbeda di bulan-bulan sebelumnya…

Lalu apa kesibukan pembayar gaji yang berbeda di bulan-bulan sebelumnya, yaitu membuat bukti potong PPh Pasal 21 bagi pegawai tetap atau penerima pensiun yang dibayarkan bulanan, karena secara ketentuan perpajakan pembuatan bukti potongnya diakhir masa kerja atau diakhir tahun dan pelaksanaannya bersamaan dengan kewajiban PPh Pasal 21 masa Desember yang jatuh tempo penyetorannya tanggal 10 bulan berikutnya dan jatuh tempo pelaporannya tanggal 20 bulan berikutnya.

Sementara itu bukti potong PPh Pasal 21, 1721 A1 bagi Pegawai Swasta atau 1721 A2 bagi Pegawai Negeri merupakan dokumen yang menjadi dasar untuk pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi berstatus pegawai, 1770 S/SS. Nah  untuk membantu bendaharawan pemerintah membuat bukti potongnya berikut saya mencoba menshare file excel untuk pembuatan 1721 A2 secara manual atau pun menggunakan eSPT, semoga bermanfaat…🙂

Perhitungan PPh Pasal 21 untuk PNS

Pelaporan 1770 S/SS

Posted in PPh Pasal 21/26 | Dengan kaitkata: , , | 3 Comments »

Kok Tidak Sama PPh 21 Satu Masa dengan Setahun??

Posted by Faisal, S.Mn. pada 21 Januari 2015

Satu Masa

Banyak pertanyaan muncul, apakah harus sama total PPh Pasal 21 kurang(lebih) bayar pada 1721 A1 dengan PPh Pasal 21 yang terutang pada masa Desember tahun yang bersangkutan? Maka jawabannya harusnya sama?

Oh begitu ya ? Iya dong.. Kok bisa ya ?? ya bisa dong.. hehe

Karena PPh Pasal 21 masa Desember dalah PPh Pasal 21 karyawan yang bersangkutan pada akhir tahun dengan demikian maka PPh Pasal 21 yang terhutang masa Desember sama dengan total PPh Pasal 21 yang kurang(lebih) bayar dari masing-masing pegawai yang bekerja selama tahun yang bersangkutan.

Ok kalau begitu, lalu kenapa PPh Pasal 21 perusahaan tempat saya bekerja tidak sama? Penyebabnya adalah karean pegawai di pelaporan masa Desember hanya pegawai yang masih bekerja di bulan Desember dan ketika ada pegawai yang berhenti dipertengahan tahun kita tidak mengikuti ketentuan yakni paling lambat akhir bulan berikutnya sejak karyawan berhenti perusahaan membuat 1721 A1 (maka pada umunya 1721A1 pegawai yang berhenti dipertengahan tahun adalah lebih bayar (kecuali karyawan asing) karena asumsi awalnya adalah bekerja s.d. akhir tahun ternyata tidak) sehingga nilai lebih bayarnya belum dilaporkan pada bulan yang bersangkutan dan tentunya di pelaporan masa desember (1721-I satu masa pajak) pegawai ini tidak masuk sehingga perhitungan menjadi tidak sama. Oh i see.. kalau begitu saya understand..

Sebentar ada satu pertanyaan lagi nih… Gaji saya bulan ini sama dengan bulan-bulan lainnya, ga ada bonus tetapi kenapa pajak(PPh Pasal 21-pen) saya dipotong lebih besar bulan ini? Nah kalau itu bisa jadi pada salah satu bulan di bulan-bulan sebelumnya Bapak ada menerima bonus dari perusahaan, sementara perusahaan belum melakukan penghitungan secara benar (tidak disetahunkan atas penghasilan rutin, baca ketentuan PER-31/PJ/2012 tentang perhitungan bonus) sehingga pada saat itu masih dikenakan lapisan tarif yang sama, nah di bulan desember setelah dijumlah penghasilan bapak selama setahun maka jumlahnya masuk ke pengenaan tarif yang lebih tinggi, dengan demikian seharusnya PPh Pasal 21 tersebut dikenakan pada saat Bapak menerima bonus… Oala begitu toh, pantes take home pay saya bulan ini lebih kecil…😦

Nah untuk menghitung ulang pajaknya silahkan gunakan file simulasi ini pak… (klik di sini)

 

Posted in eSPT, e-Filing, eNPWP, dan e-Registration, PPh Pasal 21/26 | 1 Comment »

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 995 pengikut lainnya